Segera setelah video muncul di media sosial yang memperlihatkan seorang pria memukul seorang anak laki-laki dengan sandal dan tangannya, polisi Kelurahan Phu An (Kota Ho Chi Minh) meluncurkan penyelidikan.
Pada tanggal 16 April, polisi Kelurahan Phu An, Kota Ho Chi Minh, menyatakan bahwa unit tersebut telah memanggil pria yang terkait dengan video yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan terhadap anak untuk diperiksa dan ditindak sesuai dengan peraturan hukum.
Identitas pria yang memukul anak laki-laki itu diketahui sebagai Bapak T.L. Anak laki-laki yang dipukul bernama T.N., anak kandung dari Bapak L. (keduanya berdomisili di kawasan pemukiman Phu Thu, Kelurahan Phu An).
Menurut polisi Kelurahan Phu An, melalui pemantauan ruang daring, polisi kelurahan menemukan beberapa akun Facebook yang mengunggah video yang merekam seorang pria menggunakan sandal dan tangannya untuk memukul seorang anak laki-laki.
Setelah diselidiki, polisi memastikan kejadian tersebut terjadi di kawasan pemukiman Phu Thu, Kelurahan Phu An, dan karena itu memanggil pria tersebut, korban, dan orang-orang terkait ke markas polisi kelurahan untuk dimintai keterangan.
Di kantor polisi, Bapak L. mengaku bahwa karena anaknya sering berlari dan bermain di jalan, ia khawatir anak tersebut tertabrak mobil. Ia sudah memperingatkan anaknya, tetapi anak itu tidak mendengarkan, yang menyebabkan ia melakukan tindakan memukul anak tersebut.
Polisi Kelurahan Phu An terus mengkonsolidasikan berkas perkara, mengambil keterangan dari saksi-saksi dan orang-orang terkait untuk memperjelas sifat dan tingkat keparahan pelanggaran guna ditindak sesuai dengan peraturan hukum.
Mengalami konflik dengan ayah kandungnya dalam kehidupan sehari-hari, setelah mabuk, Nay Thong (33 tahun), memukul dan menendang ayahnya berkali-kali, menyebabkan pria itu mengalami patah 5 tulang rusuk.