Laporan terbaru yang diterbitkan dalam MWC 2025 Shanghai mengungkapkan bahwa, meskipun lalu lintas data seluler di China meningkat hampir empat kali lipat sejak 2019, operator seluler China berhasil untuk pertama kalinya pada tahun 2024 mencatat penurunan tahunan emisi karbon operasional mereka. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan yang lebih besar.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa China adalah pasar seluler terbesar di dunia, dengan lebih dari satu miliar koneksi 5G, yang mewakili 57% dari total koneksi seluler di negara tersebut. Sebagai perbandingan, Eropa saat ini hanya memiliki 200 juta koneksi 5G, atau hanya 30% dari total koneksi mereka.

Pengurangan emisi CO₂ ini menggembirakan dan menunjukkan bahwa semakin banyak operator seluler di kawasan ini menetapkan target iklim sukarela. Hingga saat ini, empat operator baru saja mendapatkan target karbon mereka yang divalidasi secara ilmiah (SBTi), dan tiga operator telah memperoleh validasi untuk target emisi nol bersih. Beberapa pemasok utama juga telah berkomitmen untuk mengikuti target ilmiah terkait karbon dan menargetkan emisi nol bersih pada tahun 2050.

Peluang di China adalah