Polisi Shanghai telah menggulung dua operasi pemalsuan besar yang menargetkan merek “Bee & Flower”, menangkap 17 tersangka dan menyita lebih dari 3.000 produk palsu serta 40.000 label dengan total nilai melebihi 10 juta yuan.
Awal tahun ini, Shanghai Bee & Flower Daily Necessities Company melaporkan melalui platform layanan polisi-bisnis bahwa toko-toko tidak resmi di berbagai platform e-dagang menjual produk sampo dan kondisioner “Bee & Flower” palsu. Perusahaan mengonfirmasi bahwa ini adalah produk yang melanggar merek dagang dan merusak reputasi merek.
Setelah menerima laporan, polisi membentuk satuan tugas khusus. Investigasi mengungkap lebih dari 30 toko menggunakan label “produk domestik asli” dengan gambar produk “Bee & Flower” untuk menjual berbagai produk perawatan rambut, dengan sampo “Perawatan Rambut Jahe” dan “Nutrisi Delima” yang paling sering dipalsukan. Produk palsu ini sangat mirip dengan barang asli dalam kemasan dan aroma, sehingga sulit dikenali konsumen. Beberapa toko juga mencampur produk kimia rumah tangga lain untuk menghindari pengawasan platform. Penjualan barang palsu setiap toko melebihi 50.000 yuan.
Kelompok kriminal sengaja menandai label pengiriman sebagai “Shanghai” untuk menciptakan kesan asal yang salah, memanfaatkan reputasi lokal merek sementara sebenarnya dikirim dari provinsi lain.
Investigasi lebih lanjut mengungkap struktur kriminal yang dijalankan keluarga, di mana satu tersangka mengatur distribusi, istrinya menangani pesanan, ibunya mengelola keuangan, dan pabrik milik kerabat memproduksi barang palsu untuk dijual daring. Polisi juga mengidentifikasi kelompok distribusi hilir.

Adegan operasi penangkapan.
Pada Maret, polisi menangkap 7 tersangka dan membongkar lini produksi barang palsu yang lengkap. Pada Juli, geng lain beranggotakan 10 orang ditangkap. Kelompok ini membeli produk palsu dari provinsi lain, menyimpan dan melabelinya di gudang lokal, lalu menjualnya secara daring. Sampo yang dijual eceran sekitar 30 yuan dijual dengan harga setengahnya dengan biaya produksi hanya 3-4 yuan, mempertahankan margin keuntungan yang besar.
Untuk menghindari deteksi platform dan keluhan konsumen, tersangka sering menggunakan identitas orang lain untuk membuka toko daring baru, total lebih dari 20 toko.
Ke-17 tersangka telah ditahan secara pidana karena menjual barang dengan merek dagang terdaftar palsu. Tiga kasus telah dilimpahkan ke jaksa untuk ditinjau, dengan investigasi yang masih berlangsung.