Lulusan cemerlang Universitas Nanjing dan pemegang gelar master dari Jerman, ia menjadi penjual salad terkemuka di Pinduoduo sekaligus pemasok ke supermarket besar. Jiang Fangjun, lahir tahun 1980-an di Zhenjiang, Provinsi Jiangsu, adalah pendiri merek salad “First Farm”. Ketika orang terkejut dengan kesuksesan peralihan kariernya, ia menjawab dengan tulus: “Saya tidak pernah lepas dari bidang keahlian saya.”
Peralihan Karier: Sortir Sayuran dengan AI – Tanpa Meninggalkan Keahlian
Jiang Fangjun lahir di Zhenjiang, Provinsi Jiangsu. Ia lulus dari Sekolah Manajemen Informasi Universitas Nanjing dan meraih gelar master di bidang ilmu komputer dari Universitas Würzburg, Jerman. Tahun ini genap 15 tahun ia kembali ke China untuk merintis usaha.
Setelah meraih gelar master, Jiang tidak lama berkecimpung di pengembangan perangkat lunak. Ia justru kembali ke Jiangsu untuk mewujudkan idenya tentang “produksi salad dengan presisi seperti pembuatan instrumen presisi”. Kini, ia mengelola dua pabrik salad “pintar” di Distrik Qingpu, Shanghai, dan Changzhou (Provinsi Jiangsu), serta sepuluh mitra perkebunan di berbagai zona iklim di China. Fasilitasnya memproduksi 15.000 ton salad per tahun, memasoknya ke supermarket ternama dan menduduki peringkat teratas dalam penjualan di platform e-commerce seperti Pinduoduo.
Meskipun banyak yang terkejut dengan peralihan suksesnya dari ilmu komputer ke industri salad, Jiang menegaskan: ia tidak pernah meninggalkan akar profesionalnya – sebaliknya, hal itu sangat membantunya dalam pekerjaan.

Jiang menjelaskan bahwa ilmu komputer adalah disiplin universal yang dapat diterapkan di semua industri. Sekembalinya ke China, tujuannya sederhana: menemukan bidang yang memungkinkan modernisasi industri tradisional dengan teknologi mutakhir.
Standar ketat keamanan pangan di Jerman menginspirasi gagasan kewirausahaannya: menerapkan teknologi komputer untuk merevolusi pertanian, membuat produksi pangan transparan dan pintar demi konsumsi yang lebih sehat. Awalnya, ia menjajaki layanan berlangganan produk segar, tetapi kemudian beralih ke produksi salad karena pasar yang belum matang.
Peralihan itu tidaklah mudah. Latar belakang ilmu komputernya memungkinkannya menganalisis tren pasar melalui Big Data, yang mengarahkannya ke industri salad yang spesifik namun penuh tuntutan. Setelah mendirikan pabrik pertama di Changzhou, ia berinvestasi dalam produksi otomatis di Shanghai, menjadi yang pertama di China yang mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam produksi salad – inovasi yang memperkuat keunggulan kompetitif perusahaannya.

▲ Salad yang sudah dikemas siap didistribusikan ke seluruh negeri melalui platform seperti Pinduoduo.
Bagaimana AI memastikan kualitas salad? Di pabrik Jiang di Shanghai, lini produksi yang sepenuhnya otomatis beroperasi pada suhu konstan 5°C. Di ujung konveyor terdapat ruang inspeksi dari baja tahan karat, dilengkapi pencahayaan intensitas tinggi dan sensor inframerah, yang memeriksa setiap daun dengan cermat. Berbeda dengan pekerja yang efisiensinya menurun seiring waktu, sistem berbasis kecerdasan buatan mempertahankan akurasi 99,99%, memproses lebih dari satu ton sayuran per jam.
“Proses pencucian kami tidak ada hubungannya dengan dapur rumahan!” tegas Jiang. Sayuran salad mengalami sortir tiga kali lipat, disinfeksi empat kali, dan pencucian menyeluruh untuk menghilangkan kotoran, pestisida, dan bakteri, sebelum dikeringkan dan dikemas. Proses ketat ini membutuhkan kondisi steril, air murni dingin, dan setidaknya 60 detik untuk setiap tahap pembersihan – menghasilkan produk yang melampaui standar keamanan GAP dan bahkan melebihi kualitas produk supermarket internasional.

▲ Sayuran salad menjalani sortir tiga kali lipat dan disinfeksi empat kali saat tiba di pabrik.
Setiap tahun, perusahaan Jiang menginvestasikan jutaan untuk pengujian produk, memastikan bahwa setiap kantong salad disertai dengan laporan ganda tentang bahan baku dan produk jadi. Pabrik pintar, yang dirancang bekerja sama dengan lembaga akademis, menggandakan efisiensi operasional dibandingkan perusahaan konvensional.
Dampak Nasional: Mitra Perkebunan Tingkatkan Pendapatan Tahunan Sekitar 50 Juta Yuan
Di toko Pinduoduo milik Jiang, kombinasi salad siap santap dan berwarna-warni menarik pembeli yang peduli kesehatan, banyak di antaranya memuji kemudahan produk segar,