Ringkasan: Pada 16 September, Pekan Olahraga Karyawan Provinsi Sichuan pertama dibuka dengan meriah di Pusat Olahraga Chengdu High-Tech. Dengan tema “Mimpi Tiongkok · Keindahan Tenaga Kerja — Meneruskan Kejayaan Abad Gerakan Buruh dan Membangkitkan Semangat Maju Sichuan”, acara ini diselenggarakan secara luring dan daring, menampilkan beragam jenis kompetisi. Upacara pembukaan akan menghadirkan sebuah pesta audio-visual yang mengintegrasikan berbagai elemen…
Pekan Olahraga Karyawan Provinsi Sichuan
Pekan Olahraga Karyawan Provinsi Sichuan adalah acara olahraga multi-cabang yang diselenggarakan secara berkala untuk pekerja dan karyawan di seluruh provinsi Sichuan, Tiongkok. Ini bukan situs sejarah atau budaya, melainkan kompetisi olahraga modern yang dirancang untuk mempromosikan kebugaran jasmani, kerja tim, dan persahabatan di antara angkatan kerja provinsi. Pekan olahraga ini biasanya menampilkan berbagai acara atletik dan merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mendorong kesehatan dan kebugaran dalam komunitas.
Pusat Olahraga Chengdu High-Tech
Pusat Olahraga Chengdu High-Tech adalah kompleks olahraga dan hiburan multi-fungsi modern yang terletak di Zona Pengembangan Industri Hi-Tech Chengdu. Tempat ini dibangun untuk melayani populasi distrik yang terus bertumbuh dan untuk menjadi tuan rumah acara olahraga besar, konser, dan pameran. Meskipun tidak memiliki warisan sejarah yang panjang, tempat ini mewakili perkembangan kontemporer kota dan fokus pada infrastruktur publik di abad ke-21.
Mimpi Tiongkok
“Mimpi Tiongkok” bukanlah tempat fisik melainkan konsep politik dan ideologis yang diperkenalkan oleh Xi Jinping pada tahun 2012. Konsep ini mewakili tujuan kebangkitan nasional, menekankan kemakmuran, upaya kolektif, dan pemulihan posisi Tiongkok sebagai kekuatan global. Istilah ini merujuk pada narasi sejarah tentang kekuatan nasional untuk menggambarkan aspirasi masa depan negara.
Keindahan Tenaga Kerja
Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Keindahan Tenaga Kerja” karena istilah ini tampaknya tidak merujuk pada tempat, situs budaya, atau konsep sejarah yang diakui secara umum. Mungkin ini merupakan terjemahan yang kurang tepat atau merujuk pada istilah lokal tertentu yang tidak banyak dikenal. Bisakah Anda memberikan konteks lebih lanjut atau memeriksa ejaannya?