Bangunan di terminal sungai, yang merupakan proyek konstruksi yang tertunda, telah menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan penduduk: lahannya digunakan sebagai tempat parkir oleh siapa pun yang menginginkannya, bahkan mereka yang menghalangi akses jalan. Akibatnya, karena khawatir layanan darurat pun tidak dapat mengakses gedung jika diperlukan, penduduk memutuskan untuk memagari area tersebut, tetapi mereka menghadapi masalah yang tidak terduga.
“Para pemilik ingin memagari lahan mereka, tetapi karena rekonstruksi tanggul yang akan datang, tidak ada kejelasan tentang bagaimana melakukannya. Pihak berwenang tidak menyetujui pagar apa pun di tanggul! Namun pada hari kerja, dan terutama pada akhir pekan, mustahil untuk mencapai gedung dengan mobil, apalagi untuk dilewati ambulans atau layanan darurat,” kata seorang penghuni gedung.
Selain itu, alasan lain untuk memasang pagar adalah berkumpulnya orang asing di lahan konstruksi baru. Menurut perwakilan perusahaan pariwisata,