



Sambutan diberikan dengan pernyataan, “Dengan berlangsungnya Expo Osaka-Kansai yang menarik perhatian dunia ke Osaka, kami berharap pengunjung dapat merasakan sejarah kota yang kuat dan berakar dalam melalui pameran ini.”









Semua pameran ini mewakili sejarah dan fondasi Osaka!
Apa yang kami perkenalkan di sini hanyalah sebagian kecil; masih banyak benda pameran berharga lainnya yang hanya bisa dilihat di Museum Sejarah Osaka.
Mengapa tidak manfaatkan kesempatan ini untuk menjelajahi kota dan sejarah Osaka?

Museum Sejarah Osaka
Museum Sejarah Osaka dibuka pada 2003 dan terletak di situs bekas Istana Naniwa, ibu kota kuno Jepang. Pamerannya mencatat sejarah panjang kota, dari awalnya sebagai pusat politik hingga perkembangannya menjadi pusat komersial utama. Museum ini terkenal dengan model dan rekonstruksi bangunan serta pemandangan kota bersejarah yang detail dan berskala besar.
Expo Osaka-Kansai
Expo Osaka-Kansai, secara resmi dikenal sebagai Expo 2025, adalah eksposisi dunia masa depan yang dijadwalkan digelar di Osaka, Jepang. Ini mengikuti Expo Osaka 1970 asli, yang merupakan acara penting yang menampilkan pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi pascaperang Jepang. Expo yang akan datang ini bertujuan untuk mengatasi tantangan global melalui tema “Merancang Masyarakat Masa Depan untuk Kehidupan Kita.”
Genteng Hias Persegi dengan Lambang Pohon Paulownia Berlapis Emas
Ini adalah genteng hias tradisional Jepang yang menampilkan lambang pohon paulownia berlapis emas (kiri-mon), simbol yang secara historis dikaitkan dengan keluarga kekaisaran dan jabatan perdana menteri. Genteng hias ini digunakan untuk menghiasi eksterior bangunan penting, seperti kastil dan kuil, yang menandakan prestise dan memberikan perlindungan. Sejarahnya mencerminkan kerajinan periode Edo dan pentingnya budaya simbol heraldik dalam arsitektur Jepang.
Mesin Penampi Kyoya
Mesin Penampi Kyoya adalah alat penampi tradisional Jepang bersejarah yang digunakan selama berabad-abad untuk memisahkan butir beras dari sekamnya. Ini adalah artefak penting yang mewakili warisan pertanian dan kecerdasan komunitas pertanian Jepang pra-industri.
Ornamen Naga dengan Sendi Gerak
Ornamen Naga dengan Sendi Gerak adalah jenis ukiran giok Tiongkok yang rumit, secara historis dibuat dari satu potong nefrit. Hiasan bergantung yang dihias ini, yang memiliki tubuh tersegmentasi yang memungkinkannya untuk ditekuk, populer selama Periode Negara-Negeri Berperang (475–221 SM) dan Dinasti Han, melambangkan kekuatan dan bangsawan.
Teleskop Refraktor
Teleskop refraktor adalah instrumen optik yang menggunakan lensa untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya, ditemukan pada awal abad ke-17 oleh pembuat kacamata Belanda, Hans Lippershey. Desainnya terkenal ditingkatkan oleh Galileo Galilei, yang menggunakannya untuk membuat penemuan astronomi terobosan yang merevolusi pemahaman kita tentang kosmos.
Layar yang Menggambarkan Kapal Utusan Korea Menyeberangi Sungai Yodo
Layar lipat ini menggambarkan misi diplomatik Korea ke Jepang tahun 1607, memperingati pertukaran budaya damai setelah invasi Jepang ke Korea. Ini menunjukkan kapal utusan Korea melakukan perjalanan di Sungai Yodo, jalur air utama yang menuju ke Edo (Tokyo modern). Karya seni ini adalah catatan sejarah penting dari diplomasi abad ke-17 dan dihargai karena penggambarannya yang detail tentang interaksi lintas budaya.
Sungai Yodo
Sungai Yodo adalah jalur air utama di Jepang, terbentuk dari pertemuan Sungai Uji dan Katsura dekat Kyoto. Secara historis, ia berfungsi sebagai rute transportasi dan perdagangan vital, menghubungkan ibu kota kuno ke Teluk Osaka. Pinggirannya juga menjadi lokasi peristiwa sejarah penting, termasuk Pertempuran Yodogawa yang terkenal selama periode Sengoku.