Gubernur Banten, Andra Soni (tengah), didampingi Kapolda Banten, Brigjen Hengki (kiri), saat berdialog dengan demonstran pengunjuk rasa.
BANTEN – Di tengah hujan deras, Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Brigjen Hengki turun menemui para pengunjuk rasa pada Sabtu malam. Aksi demonstrasi yang berlangsung dari sore hingga malam hari itu dihadapi gabungan mahasiswa, pelajar, dan pengemudi ojek online.
Dalam dialog singkat, Andra Soni menekankan bahwa pemerintah daerah akan menampung aspirasi masyarakat. Ia juga mengingatkan massa dan aparat keamanan untuk tetap waspada terhadap situasi yang berkembang di lapangan.
“Saya juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya saudara kita Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, dalam aksi unjuk rasa kemarin. Tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, termasuk pemerintah daerah,” kata Andra.
Massa menyampaikan beberapa persoalan terkait administrasi, seperti pengurusan surat keterangan catatan kepolisian dan penanganan masalah hukum yang menimpa rekan-rekan mereka. Dia menegaskan bahwa komitmen dari Kapolda dan Pangdam akan ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.
“Kepada semua pihak, mari kita bersama-sama menjaga agar semuanya tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan baik. Itu adalah hak yang dijamin Konstitusi. Saya meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan hukum, dan jika ingin menyampaikan aspirasi atau tuntutan, lakukan dengan cara yang dilindungi hukum,” imbau Andra.
Dia menambahkan, kepemimpinannya sebagai gubernur Banten tidak anti-kritik dan siap menampung serta mendengar aspirasi masyarakat.
Andra Soni Siap Mendengarkan Aspirasi
“Insya Allah, dalam kepemimpinan saya di Provinsi Banten, kami akan terus mendengarkan aspirasi masyarakat,” tegas Andra.
Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Hengki meminta massa menyampaikan aspirasinya dengan damai dan tidak anarkis. Dia berjanji akan memfasilitasi pertemuan perwakilan massa dengan pejabat terkait.
“Jika ingin bertemu dengan anggota DPR atau dengan gubernur, saya akan jembatani pertemuannya. Tapi jangan ramai-ramai, cukup 10 perwakilan. Kalau perlu, saya akan antar sendiri ke kantor saya untuk berdialog,” ujar Hengki.
Perwakilan demonstran, Gozali, warga Kota Serang, mengapresiasi gubernur dan kapolda yang bersedia hadir meski hujan dan sudah larut malam.
“Saya sangat berterima kasih kepada gubernur dan kapolda yang datang menemui kami. Saya di sini mewakili masyarakat, khususnya warga Kota Serang, yang ingin menyampaikan aspirasi terkait kinerja DPR dan Polri,” kata Gozali.
Sebelumnya, para demonstran menggelar aksi di perempatan Ciceri, Kota Serang. Mereka kemudian berupaya bergerak menuju Mapolres Kota Serang. Namun, perjalanan mereka terhenti setelah dihadang aparat kepolisian di area lampu merah Sumur Pecung. Penghadangan dipimpin langsung oleh kapolda.
Banten
Banten adalah sebuah provinsi bersejarah di Indonesia, terletak di ujung barat Pulau Jawa, yang pernah menjadi pusat Kesultanan Islam yang kuat pada abad ke-16. Situs budayanya yang paling terkenal adalah Masjid Agung Banten, pusat penting pembelajaran dan ziarah Islam, dibangun pada abad ke-16. Kawasan ini juga menyimpan reruntuhan Keraton Surosowan dan Benteng Speelwijk, yang mencerminkan sejarahnya sebagai pelabuhan dagang utama yang menarik kekuatan Eropa.
Polda Banten
Polda Banten adalah lembaga penegak hukum daerah di provinsi Banten, Indonesia, yang dibentuk setelah provinsi ini diciptakan pada tahun 2000. Sejarahnya terkait dengan pembentukan administratif modern wilayah tersebut, berevolusi dari struktur kepolisian kolonial Belanda dan nasional Indonesia sebelumnya untuk melayani penduduk setempat.
DPR
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah majelis rendah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yang merupakan lembaga perwakilan rakyat. Fungsi utamanya meliputi fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan. Anggotanya dipilih melalui pemilihan umum dari daerah pemilihan di seluruh Indonesia.
Polri
Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga penegak hukum nasional di Indonesia. Dibentuk setelah kemerdekaan, Polri bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Sejarahnya berkembang dari organisasi kepolisian pada masa kolonial hingga menjadi lembaga nasional yang mandiri.
Perempatan Ciceri
Saya tidak familiar dengan situs budaya atau sejarah penting yang dikenal sebagai “Perempatan Ciceri.” Nama ini tidak merujuk pada landmark yang diakui secara luas, dan kemungkinan mengacu pada tempat lokal atau minor. Tanpa konteks yang lebih spesifik, saya tidak dapat memberikan ringkasan sejarah.
Kota Serang
Kota Serang adalah ibu kota provinsi Banten di Indonesia, terletak di Pulau Jawa. Secara historis, kota ini merupakan pusat Kesultanan Banten, kerajaan Islam yang kuat dan berpengaruh yang menjadi pusat perdagangan utama dari abad ke-16 hingga ke-19. Saat ini, berfungsi sebagai pusat pemerintahan provinsi dan gerbang menuju situs bersejarah terdekat seperti reruntuhan Keraton Surosowan.
Mapolres Kota Serang
Mapolres Kota Serang adalah fasilitas penegak hukum modern yang melayani ibu kota provinsi Banten di Indonesia. Meskipun kantor polisi saat ini adalah bangunan pemerintah fungsional tanpa signifikansi sejarah besar, ia beroperasi dalam konteks sejarah Serang, sebuah kota dengan masa lalu yang kaya terkait dengan Kesultanan Banten.
Lampu merah Sumur Pecung
Lampu merah Sumur Pecung adalah persimpangan utama di Kabupaten Badung, Bali, yang telah menjadi landmark lokal yang terkenal karena kepadatan lalu lintasnya. Secara historis, nama “Sumur Pecung” merujuk pada desa tradisional di sekitarnya, dengan lampu lalu lintas itu sendiri merupakan perkembangan modern untuk mengatasi kemacetan dari aktivitas pariwisata dan komersial yang tumbuh di kawasan tersebut.