KAI Commuter mencatat, Stasiun Jatake telah melayani ribuan penumpang sejak mulai beroperasi.

Dalam empat hari pertama, jumlah pengguna yang naik dan turun di stasiun baru di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung ini mencapai 5.016 orang.

Minat masyarakat terhadap Stasiun Jatake terlihat sejak hari operasional pertamanya.

Pada hari peresmian, tercatat 649 penumpang menggunakan layanan stasiun.

“Jika diakumulasi selama empat hari operasi, total jumlah pengguna yang naik dan turun di stasiun sudah melebihi 5.000 orang. Diperkirakan jumlah pengguna akan terus meningkat seiring dengan membaiknya konektivitas dan pembangunan di area stasiun,” demikian pernyataan yang dikutip.

Data KAI Commuter menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang dari hari ke hari. Pada hari kedua, jumlah pengguna naik menjadi 1.410 orang, diikuti 1.014 orang pada hari ketiga.

Lonjakan kembali terjadi pada hari keempat, dengan 1.944 penumpang memanfaatkan Stasiun Jatake.

Selain itu, terdapat 192 perjalanan Commuter Line per hari yang melintas dan berhenti di Stasiun Jatake, dari total 206 perjalanan harian di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

Dengan frekuensi ini, stasiun diharapkan dapat menjadi alternatif titik naik-turun, khususnya bagi warga Kabupaten Tangerang yang beraktivitas ke Jakarta.

Penumpang juga diingatkan untuk tetap memperhatikan keselamatan dan memastikan jadwal perjalanan sebelum berangkat.

Kehadiran Stasiun Jatake berpotensi membantu mengalihkan sebagian pergerakan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, yang dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan tol.

Stasiun Jatake

Stasiun Jatake adalah stasiun kereta api yang terletak di kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa, Jepang, melayani Jalur Nambu. Stasiun ini dibuka pada tahun 1927 dengan nama awal “Stasiun Sinyal Jatake,” dan ditingkatkan menjadi stasiun penumpang pada tahun 1944 untuk melayani komunitas lokal yang berkembang. Saat ini, stasiun ini berfungsi sebagai pemberhentian lokal yang tenang di kawasan yang sebagian besar merupakan permukiman.

Lintas Tanah Abang–Rangkasbitung

Lintas Tanah Abang–Rangkasbitung adalah jalur kereta api di Indonesia yang menghubungkan ibu kota Jakarta dengan Rangkasbitung di provinsi Banten. Jalur ini awalnya dibuka secara bertahap oleh pemerintah kolonial Belanda antara tahun 1899 dan 1906, terutama untuk mengangkut barang hasil pertanian dan menghubungkan pelabuhan Tanjung Priok dengan pedalaman. Saat ini, jalur ini berfungsi sebagai rute komuter penting untuk wilayah Jakarta Raya, dioperasikan oleh perusahaan kereta api milik negara, KAI.

Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang adalah sebuah wilayah di Provinsi Banten, Indonesia, terletak di pinggiran barat wilayah metropolitan Jakarta. Secara historis, kawasan ini merupakan permukiman penting bagi imigran Tionghoa pada abad ke-17 dan kemudian berkembang menjadi pusat industri dan manufaktur utama. Saat ini, Tangerang dikenal dengan perpaduan warisan budaya, pembangunan modern, dan sebagai kontributor penting bagi perekonomian Jakarta Raya.

Jakarta

Jakarta adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Indonesia, terletak di pesisir barat laut Pulau Jawa. Secara historis dikenal sebagai Sunda Kelapa dan kemudian Batavia di bawah pemerintahan kolonial Belanda, kota ini menjadi pusat imperium perdagangan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) pada abad ke-17. Saat ini, Jakarta merupakan metropolis yang ramai dan luas, berfungsi sebagai pusat politik dan ekonomi negara.