Film ini resmi tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, 17 Juli 2025. Diadaptasi dari sebuah novel, drama religi ini menyajikan cerita yang sarat emosi, penuh dengan pelajaran tentang keikhlasan dan ketangguhan dalam menghadapi ujian hidup.

Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, “Assalamualaikum Baitullah” berdurasi 102 menit dan diproduksi oleh Visual Media Studio (VMS). Film ini mengikuti perjalanan spiritual seorang wanita yang menghadapi berbagai tantangan dan akhirnya menemukan kembali makna hidup melalui iman.

Kisah berpusat pada Amira, yang hidupnya hancur akibat pengkhianatan dan kehilangan orang-orang tercinta. Di titik terendahnya, ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci, yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

Kisah berpusat pada Amira, yang hidupnya hancur akibat pengkhianatan dan kehilangan orang-orang tercinta.

Melalui kekuatan doa, dukungan orang-orang terdekat, dan tekadnya sendiri, Amira berjuang untuk mengatasi rasa sakitnya dan menggunakannya sebagai pintu menuju pembaruan.

Dalam pemeran utama, menonjol para aktor yang memerankan Amira, Barra, Amel, dan Pram. Akting yang kuat semakin memperdalam kedalaman emosional cerita.

“Assalamualaikum Baitullah” tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak untuk merenung dan memperkuat spiritual dalam menghadapi tantangan hidup.

Assalamualaikum Baitullah

“Assalamualaikum Baitullah” adalah salam suci yang diucapkan umat Muslim saat melihat atau memasuki Kakbah, situs paling suci dalam Islam, yang terletak di Masjidilharam di Mekah, Arab Saudi. Kakbah, yang dibangun menurut tradisi oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, adalah pusat ibadah Islam dan arah (Kiblat) yang dihadapi umat Muslim saat salat. Frasa ini mencerminkan rasa hormat dan kerendahan hati di hadapan “Rumah Allah”, simbol persatuan dan pengabdian bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Tanah Suci

Tanah Suci, sebuah kawasan di Timur Tengah, memiliki makna religi yang mendalam bagi Yudaisme, Kristen, dan Islam, serta mencakup tempat-tempat seperti Yerusalem, Betlehem, dan Nazaret. Secara historis, kawasan ini telah menjadi pusat ziarah dan konflik selama ribuan tahun, terkait dengan peristiwa-peristiwa alkitabiah seperti kehidupan Yesus, Bait Suci Yahudi, dan Perjalanan Malam Nabi Muhammad. Hingga kini, kawasan ini tetap menjadi area simbolis dan diperebutkan, menarik jutaan pengunjung karena nilai spiritual dan sejarahnya.