Seruan untuk penutupan permanen PT Toba Pulp Lestari (TPL) semakin menguat dan bergema dalam perayaan syukur Bona Taon Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara, yang digelar di Bumi Perkemahan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Seruan itu disampaikan usai ibadah syukur Bona Taon—tradisi Kristen untuk menyambut tahun baru—yang kali ini menjadi ruang refleksi bersama atas krisis ekologis berkepanjangan di kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Ketua Umum menyatakan bahwa Sekretariat Bersama dibentuk sebagai forum koordinasi kelompok lingkungan lintas organisasi, masyarakat adat, dan aktivis keadilan ekologis di Sumatera Utara untuk menyatukan perjuangan penyelamatan lingkungan.

Dijelaskan bahwa Sekretariat Bersama lahir pada November 2025 sebagai kelanjutan gerakan bersama yang juga melibatkan para pemimpin gereja di Sumatera Utara sebagai pembina.

Eksploitasi Alam
Dalam sebuah pidato, ditekankan bahwa perayaan Bona Taon bukan sekadar tentang pergantian penanggalan, melainkan momen untuk merenungkan luka ekologis yang terus diwariskan akibat eksploitasi alam.

“Tanah yang dulu subur kini menjadi luka. Air yang dulu jernih berubah menjadi ancaman. Ini bukan kehendak Tuhan, melainkan buah dari keserakahan manusia,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Disebutkan bahwa banjir dan longsor yang berulang bukan peristiwa tiba-tiba, melainkan akumulasi peringatan yang lama diabaikan. Menurut pidato tersebut, suara masyarakat, akademisi, aktivis lingkungan, rohaniawan, dan tokoh agama telah berulang kali menyerukan penghentian perusahaan perusak lingkungan, namun sering disingkirkan demi kepentingan segelintir orang.

“Kini alam yang mengambil alih mimbar. Ia berteriak melalui banjir, longsor, rumah tersapu, sawah tertimbun, dan air mata rakyat kecil. Teriakan ini tak bisa lagi dibungkam,” ujarnya.

Ada seruan mendesak agar pemerintah bertindak tegas dan berpihak pada kehidupan, tidak lagi mengeluarkan kebijakan kompromistis yang merugikan rakyat dan lingkungan.

“Keputusan yang dibutuhkan adalah keputusan yang adil, berani, dan berpikir jangka panjang,” ditegaskan.

Seruan terbuka juga disampaikan kepada pelaku usaha yang telah lama menikmati keuntungan dari eksploitasi alam untuk mengambil tanggung jawab nyata.

“Kami tidak memohon bantuan bencana. Yang kami tuntut adalah ganti rugi yang adil dan pemulihan lingkungan yang sesungguhnya,” ditekankan.

Menurut pidato itu, perjuangan tidak berhenti pada penutupan operasi perusahaan perusak lingkungan, tetapi juga memastikan pemulihan ekosistem yang nyata—mulai dari melindungi hulu sungai, memulihkan hutan, hingga mengembalikan ruang hidup bagi masyarakat dan satwa liar.

Di akhir pidato, seruan moral yang lantang disuarakan: “Tutup TPL, tutup TPL, tutup TPL!”

PT Toba Pulp Lestari (TPL)

PT Toba Pulp Lestari (TPL) adalah perusahaan manufaktur pulp dan kertas utama yang terletak di Porsea, Sumatera Utara, Indonesia, dekat Danau Toba. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1980-an dan telah menjadi penggerak ekonomi penting di wilayah tersebut, meskipun operasinya yang melibatkan perkebunan akasia dan eukaliptus skala besar juga menjadi sumber kontroversi terkait penggunaan lahan dan dampak lingkungan terhadap ekosistem dan masyarakat setempat.

Ibadah Syukur Bona Taon

“Ibadah Syukur Bona Taon” merujuk pada perayaan syukur dalam tradisi Kristen, khususnya di kalangan masyarakat Batak, untuk menyambut tahun baru. “Bona Taon” berasal dari bahasa Batak yang berarti “tahun baru”. Perayaan ini biasanya diisi dengan ibadah, refleksi, dan ucapan syukur atas berkat tahun yang lalu serta harapan untuk tahun mendatang.

Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis

Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis adalah inisiatif kolaboratif di antara berbagai gereja dan organisasi Kristen, yang dibentuk untuk mengkoordinasikan advokasi dan aksi berbasis iman mengenai isu-isu lingkungan. Sejarahnya berakar pada respons oikumenis global yang semakin besar terhadap krisis iklim, yang bertujuan untuk mengintegrasikan keadilan ekologis sebagai imperatif moral dan teologis inti dalam komunitas religius.

Sumatera Utara

Sumatera Utara adalah sebuah provinsi di pulau Sumatra, Indonesia, yang paling terkenal sebagai rumah bagi Danau Toba—danau vulkanik terbesar di dunia, terbentuk dari letusan super sekitar 74.000 tahun yang lalu. Wilayah ini memiliki sejarah budaya yang kaya sebagai jantung tanah masyarakat Batak, dengan tradisi, arsitektur (seperti *rumah adat* berbentuk perahu), dan agama Kristen sebagai agama utama akibat karya misionaris abad ke-19. Ibu kotanya, Medan, adalah pusat ekonomi utama yang secara historis dibentuk oleh pertanian perkebunan dan pengaruh beragam dari pemerintahan kolonial Melayu, Tionghoa, dan Belanda.

Bumi Perkemahan Pemuda HKBP Jetun Silangit

Bumi Perkemahan Pemuda HKBP Jetun Silangit adalah pusat retreat dan kegiatan Kristen yang dioperasikan oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), gereja Protestan terbesar di Indonesia. Terletak di kawasan Silangit, Sumatera Utara, tempat ini berfungsi sebagai venue utama untuk pertemuan pemuda, retreat rohani, dan pelatihan kepemimpinan, yang memupuk komunitas dalam tradisi Kristen Batak. Pendiriannya terkait dengan pertumbuhan gereja HKBP, memanfaatkan setting alam wilayah tersebut untuk menyediakan ruang bagi pendidikan dan rekreasi berbasis iman.

Desa Pohan Tonga

Desa Pohan Tonga adalah sebuah desa di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Desa ini merupakan bagian dari wilayah budaya Batak Toba. Nama “Pohan” merupakan marga Batak yang umum di daerah tersebut, menunjukkan kaitan erat dengan struktur sosial dan kekerabatan masyarakat setempat.

Kecamatan Siborongborong

Siborongborong adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, ini merupakan pusat budaya dan administrasi yang penting bagi masyarakat Batak Toba, dikenal dengan rumah adatnya (*rumah adat*) dan sebagai pusat bagi komunitas pertanian di sekitarnya. Kawasan ini mencerminkan warisan budaya dan struktur sosial yang kaya dari kelompok etnis Batak.

Danau Toba

Danau Toba adalah danau vulkanik raksasa di pulau Sumatra, Indonesia, terbentuk dari letusan super dahsyat sekitar 74.000 tahun yang lalu. Ini adalah danau vulkanik terbesar di dunia dan merupakan jantung budaya masyarakat Batak, yang telah menghuni daerah tersebut selama berabad-abad dengan tradisi dan arsitektur khas mereka. Saat ini, Danau Toba adalah destinasi wisata utama yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan dan atmosfer yang tenang.