Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Dr. Harli Siregar SH M.Hum, melantik dan mengambil sumpah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati), dua Asisten, dan delapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Aula Adhyaksa, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan.

Dalam sambutannya, Harli Siregar menyambut para pejabat baru dan berterima kasih kepada para pejabat yang lama.

“Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih kepada para pejabat yang lama atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.

Harli menginstruksikan para pejabat baru untuk segera mengidentifikasi tanggung jawab wilayahnya dan bekerja secara efisien untuk memajukan Kejaksaan, serta memenuhi kebutuhan hukum masyarakat.

“Jabatan adalah bentuk kepercayaan institusi dan amanat yang harus dijalankan, diukur dari hasil kinerja, yang akan dievaluasi kemudian hari,” tegas Harli.

Ia mendorong para pejabat baru Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk menghayati bahwa tugas dan tanggung jawab mereka adalah panggilan hati.

“Dengan demikian, dalam menjalankan tugas, mereka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam penegakan hukum yang manusiawi dan berkeadilan,” jelasnya.

Pelantikan dan serah terima jabatan ini didasarkan pada Keputusan Jaksa Agung Nomor 352 dan 353 Tahun 2025, tanggal 4 Juli 2025.

Pejabat yang ditunjuk antara lain Sofyan Selle SH MH sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, menggantikan Rudi Irmawan SH MH yang naik jabatan menjadi Direktur Pertimbangan Hukum di Kejaksaan Agung. Sofyan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Selain itu, Moch Jefry SH MH, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang, dilantik sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), menggantikan Muttaqin Harahap SH MH.

Muttaqin Harahap naik jabatan menjadi Kepala Subdirektorat Pra-Penuntutan di bawah Direktorat D di Kejaksaan Agung di Jakarta.

Jurist Precisely SH M.Hum ditunjuk sebagai Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), menggantikan Imanuel Rudy Pailang yang naik jabatan menjadi Koordinator pada Divisi Intelijen Kejaksaan Agung di Jakarta.

Selain itu, delapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) juga dilantik, meliputi Deli Serdang, Pematangsiantar, Binjai, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu, Nias Selatan, Langkat, dan Labuhanbatu Selatan.

“Kepala Tata Usaha Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan dua pejabat eselon III sebagai Koordinator juga dilantik,” pungkas pernyataan tersebut.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

**Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara** adalah lembaga hukum penting di Medan, Indonesia, yang bertanggung jawab mengawasi urusan kejaksaan di wilayah tersebut. Didirikan sebagai bagian dari sistem peradilan Indonesia, lembaga ini memainkan peran vital dalam menjaga hukum dan keadilan di Sumatera Utara. Sejarahnya mencerminkan perkembangan kerangka hukum Indonesia pasca kemerdekaan.

Aula Adhyaksa

Aula Adhyaksa, yang terletak di Bogor, Indonesia, adalah bangunan bersejarah yang awalnya berfungsi sebagai kediaman pejabat tinggi kolonial Belanda pada abad ke-19. Saat ini berfungsi sebagai kantor Pengadilan Tinggi Jawa Barat, mencerminkan peran berkelanjutannya dalam pemerintahan. Arsitekturnya memadukan pengaruh kolonial dan lokal, menampilkan warisan sejarah dan budaya Indonesia.

Jalan Jenderal Besar AH Nasution

Jalan Jenderal Besar AH Nasution adalah jalan utama di Jakarta, Indonesia, yang dinamai untuk menghormati Jenderal Abdul Haris Nasution, tokoh militer terkemuka selama perjuangan kemerdekaan dan Perang Dingin. Jalan ini penting secara historis karena menghubungkan kawasan-kawasan utama Jakarta dan menyaksikan peristiwa-peristiwa penting dalam perkembangan kota. Saat ini, jalan ini menjadi jalur vital, dengan gedung-gedung komersial dan residensial yang mencerminkan pertumbuhan perkotaan.

Kejaksaan Agung

**Kejaksaan Agung** adalah lembaga hukum kunci di banyak negara, yang bertanggung jawab mewakili pemerintah dalam urusan hukum, memberikan nasihat tentang undang-undang dan kebijakan, serta mengawasi proses peradilan. Sejarahnya bervariasi antar negara, tetapi seringkali dimulai dari pembentukan sistem hukum modern. Misalnya, Kejaksaan Agung Amerika Serikat didirikan pada tahun 1789 berdasarkan Judiciary Act. Fungsinya bergantung pada kerangka hukum masing-masing negara.

Deli Serdang

Deli Serdang adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia, yang secara historis merupakan bagian dari Kesultanan Deli, yang berkembang sebagai pusat perdagangan dan pertanian pada era kolonial. Saat ini dikenal karena keragaman budayanya, memadukan pengaruh Melayu, Batak, dan Jawa, serta produksi minyak sawit dan karetnya. Kabupaten ini juga memiliki tempat bersejarah seperti Istana Maimun.

Pematangsiantar

Pematangsiantar, disebut Siantar, adalah sebuah kota di Sumatera Utara, Indonesia, yang dikenal karena keragaman budayanya dan kepentingan historisnya sebagai pusat perdagangan selama penjajahan Belanda. Kota ini memiliki Vihara Avalokitesvara, salah satu vihara terbesar di Indonesia, yang mencerminkan warisan multikulturalnya. Kota ini juga merupakan pintu gerbang menuju Danau Toba, destinasi wisata terkenal.

Binjai

Binjai adalah sebuah kota di Sumatera Utara, Indonesia, yang menonjol karena peran historisnya sebagai pusat perdagangan pada masa kolonial. Kota ini muncul pada abad ke-19 di tepi Sungai Deli, dengan pengaruh Melayu, Jawa, dan Belanda. Saat ini dikenal karena keragaman budayanya, pasar tradisional, dan kedekatannya dengan Taman Nasional Gunung Leuser.

Padang Lawas Utara

Padang Lawas Utara adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia, yang dikenal karena warisan sejarah dan budayanya, terutama candi-candi Hindu-Buddha dari abad ke-8 hingga ke-13. Wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Panai, sebuah kekuatan maritim yang terkait dengan Kekaisaran Sriwijaya. Situs arkeologi seperti kompleks Candi Bahal menampilkan ukiran batu yang mencerminkan kepentingannya sebagai pusat keagamaan dan perdagangan di Sumatera kuno.