Bandung

Sebuah Pawai Budaya untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-80 Jawa Barat akan digelar di Kota Bandung. Acara akan berlangsung pada sore hari.

Kepala Satlantas Polrestabes menyatakan bahwa jajarannya, bersama instansi terkait, telah menyiapkan pengamanan untuk acara tersebut.

“Kami bisa sampaikan bahwa besok akan ada acara pawai atau karnaval, rencananya akan dihadiri kurang lebih 2.000 undangan plus pimpinan daerah dan instansi dari 27 kabupaten/kota, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, total hampir 4.000 orang yang akan melaksanakan Pawai Budaya 2025.”

Acara akan dimulai pukul 15.00 WIB dan menempuh jarak sekitar 4,2 km. Pawai diperkirakan berlangsung sekitar 55 menit atau 1 jam, dengan rute start dari Gedung Merdeka dan finish di Gedung Sate.

“Rute yang akan dilalui kurang lebih sepanjang Asia Afrika, ABC, Braga, Suniaraja, Viaduct, Perintis Kemerdekaan, Wastukencana, Ir Juanda, Ex Dukomsel, Diponegoro, dan finish di Gedung Sate.”

Personel yang disiagakan untuk pengamanan berjumlah hampir 390, dari Polrestabes Bandung, ditambah satu unit dari Polda Jawa Barat.

“Kami juga menetapkan beberapa lokasi parkir yang akan disiapkan di Ex Palaguna, Monumen Perjuangan, Pusdai, dan Gang Majapahit.”

Akan ada tiga titik pengamanan lalu lintas yang diterapkan di Gedung Merdeka, Balai Kota, dan Gedung Sate.

“Semua akan dipimpin oleh masing-masing Kapolsek sebagai Komandan Pengamanan, dan lalu lintas akan diatur sedemikian rupa agar prosesi karnaval ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.”

Akan ada beberapa penataan atau rekayasa lalu lintas, khususnya di Jalan Asia Afrika-Tamblong menuju titik start, yang akan dialihkan.

“Kemudian, di sekitar Perintis Kemerdekaan, kendaraan yang akan belok kanan pasti dialihkan agar tidak terjadi kemacetan sehingga bisa langsung lewat Braga. Selanjutnya, lalu lintas di sekitar Ir Juanda dan Diponegoro tidak diperbolehkan belok kanan, agar tidak terjadi penumpukan di sekitar Gedung Sate.”

Pengguna jalan lain disarankan menghindari rute tersebut pada sore hari.

“Jadi ini adalah perayaan karnaval yang sudah dinanti-nanti masyarakat sebagai wujud upaya kita memeriahkan perayaan kemerdekaan, selain banyak lomba-lomba yang mungkin sudah digelar untuk memperingati perjuangan kemerdekaan, seperti lomba karung, lomba bakiak, lomba makan kerupuk, dan lain-lain, yang pasti dilaksanakan. Setelah rangkaian acara itu, pasti akan ada kegiatan pawai budaya ini. Ini tentu sebagai ekspresi kebanggaan dan rasa syukur kita merayakan kemerdekaan ke-80 ini.”

Gedung Sate

Gedung Sate adalah bangunan pemerintahan bersejarah di Bandung, Indonesia, terkenal dengan menara tengahnya yang khas menyerupai tusuk sate, sehingga dinamai demikian. Dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1920-an, awalnya dirancang untuk kantor administratif dan merupakan contoh utama perpaduan arsitektur Indonesia dan Eropa. Saat ini, gedung ini berfungsi sebagai kantor gubernur provinsi Jawa Barat.

Gedung Merdeka

Gedung Merdeka adalah bangunan bersejarah bergaya art deco di Bandung, Indonesia, awalnya dibangun sebagai klub sosial bagi elite Belanda pada tahun 1890-an. Gedung ini paling terkenal karena menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika 1955, pertemuan penting negara-negara pascakolonial yang melahirkan Gerakan Non-Blok. Saat ini, gedung ini berfungsi sebagai museum yang didedikasikan untuk peristiwa bersejarah tersebut.

Asia Afrika

Kawasan Asia Afrika adalah distrik bersejarah di Bandung, Indonesia, paling terkenal karena menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika 1955. Peristiwa penting ini menyatukan pemimpin dari negara-negara yang baru merdeka untuk mempromosikan kerja sama ekonomi dan budaya serta menentang kolonialisme. Tempat konferensi utama, Gedung Merdeka, kini berfungsi sebagai Museum Konferensi Asia-Afrika untuk mengenang warisannya.

Braga

Braga adalah salah satu kota tertua di Portugal, didirikan oleh bangsa Romawi pada 16 SM dan kemudian menjadi pusat keagamaan utama. Kota ini terkenal dengan arsitektur Baroknya yang menakjubkan, terutama sanctuary Bom Jesus do Monte dengan tangga zigzag ikoniknya. Sejarah kota yang kaya sangat terkait dengan Gereja Katolik, sehingga dijuluki “Roma-nya Portugal.”

Perintis Kemerdekaan

“Perintis Kemerdekaan” adalah nama umum untuk jalan utama, monumen, dan bangunan di kota-kota Indonesia, untuk menghormati para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa dari penjajahan Belanda. Situs-situs ini berfungsi sebagai simbol kebanggaan dan pengorbanan nasional yang abadi, mengenang perjuangan yang memuncak pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Wastukencana

Saya tidak dapat menemukan informasi terverifikasi tentang tempat atau situs budaya bernama “Wastukencana.” Kemungkinan namanya salah eja atau mengacu pada lokasi yang sangat lokal atau kurang dikenal. Bisakah Anda memeriksa kembali ejaannya atau memberikan konteks tambahan?

Ir Juanda

Ir Juanda adalah bandara internasional utama yang terletak di Surabaya, Indonesia. Bandara ini dinamai dari Iswahyudi dan Abdul Halim Perdanakusuma, dua pahlawan angkatan udara Indonesia dari perjuangan kemerdekaan bangsa. Bandara ini memiliki sejarah panjang, awalnya didirikan sebagai lapangan udara militer oleh pemerintah kolonial Belanda sebelum dikembangkan menjadi pusat penerbangan utama untuk Jawa Timur.

Diponegoro

Diponegoro adalah seorang pangeran Jawa yang memimpin pemberontakan besar melawan pemerintahan kolonial Belanda dari tahun 1825 hingga 1830, yang dikenal sebagai Perang Jawa. Ia adalah pahlawan nasional Indonesia yang dihormati, melambangkan perjuangan untuk kemerdekaan. Warisannya dikenang dalam monumen dan nama jalan utama, Jalan Diponegoro, di kota-kota di seluruh Indonesia.