Bandung

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini. Mulai dari kekecewaan keluarga Dini di Sukabumi atas remisi yang diberikan negara kepada Ronald Tannur, hingga seorang anak di Sukabumi yang meninggal setelah tubuhnya dipenuhi banyak cacing.

Berikut rangkuman peristiwa hari ini di Jawa Barat:

Kekecewaan Keluarga Dini Ketahui Ronald Tannur Dapat Remisi HUT RI

Gregorius Ronald Tannur, terpidana kasus meninggalnya Dini Sera Afriyanti, mendapat remisi Hari Kemerdekaan ke-80. Hukuman Ronald Tannur dipotong 90 hari. Keluarga Dini menyatakan kekecewaan dan keprihatinan atas hal ini.

Kuasa hukum keluarga Dini, Dimas Yemahura, menyampaikan keprihatinannya terkait remisi yang diterima Ronald.

Apalagi, keluarga Ronald sebelumnya dinilai telah mengakali hukum dengan menyuap tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang awalnya membebaskannya. Namun, Mahkamah Agung akhirnya membatalkan pembebasan itu pada 22 Oktober 2024 dan menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Ronald.

“Secara pribadi, sebagai kuasa hukum keluarga Dini, saya prihatin dengan remisi ini. Mengingat bagaimana hukum di Indonesia dilanggar oleh perbuatannya. Apalagi kalau dapat remisi, kan saat ini keluarga belum dapat restitusi, apalagi keadilan?,” kata Dimas saat dihubungi hari ini.

Dimas menyatakan hingga hari ini, keluarga belum menerima restitusi apa pun untuk kasus yang menewaskan Dini.

“Keluarga sama sekali belum dapat restitusi hingga hari ini. Bayangkan buruh tani mencari keadilan untuk anaknya di negara hukum, diperlakukan seperti ini,” ujar Dimas.

Ia juga mempertanyakan remisi yang diberikan kepada Ronald, sementara keluarga korban belum mendapat keadilan.

“Apakah ini yang disebut negara merdeka kalau pembunuh dapat remisi dan nasib korban diabaikan? Apakah ini negara hukum?,” tukasnya.

Gregorius Ronald Tannur merupakan satu dari 1.555 narapidana di Lapas Salemba, Jakarta yang mendapat remisi HUT RI ke-80 dari pemerintah. Remisi diberikan karena narapidana dinilai berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan dengan nilai baik, dan potensi risikonya dinilai menurun.

16 Bangunan Terbakar dan 21 Keluarga Mengungsi Akibat Kebakaran di Bandung

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung berhasil memadamkan kebakaran di lokasi Jalan Cilentah Nomor 21, Burangrang, Kota Bandung, Jawa Barat, hari ini.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, M. Yusuf Hidayat, mengatakan bahwa mereka menerima laporan pada pukul 10.28 WIB, dan petugas tiba di lokasi dalam hitungan menit, tetapi api sudah membesar.

“Damkar tidak lama kemudian sudah berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Hal ini karena barang yang terbakar adalah barang-barang yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar,” kata Yusuf di lokasi kebakaran.

Yusuf mengungkapkan bahwa objek bangunan pertama yang terbakar adalah gudang rongsokan, yang kemudian menjalar ke permukiman. Menurut Yusuf, kobaran api juga membakar rumah di seberang kali. Dengan demikian, ada 16 bangunan yang terbakar dalam peristiwa ini.

“Ada beberapa kios di sini, sekitar delapan kios. Delapan, dan di sebelahnya, karena tadi apinya cukup besar, ada yang kena. Rekan-rekan bisa lihat sendiri, tiga rumah terbakar dan satu lagi kena dampak, empat lagi kena dampak. Dan kami masih melakukan identifikasi. Rekan-rekan masih fokus pada upaya pemadaman dan penyelamatan,” jelasnya.

“Dan tim rescue kami juga mengecek apakah ada korban atau tidak. Pengecekan dilakukan sampai dipastikan tidak ada korban,” tambahnya.

Dalam peristiwa ini, 13 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Penyebabnya masih dalam penyelidikan.

“Kesulitannya sebenarnya akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit, dan saat kebakaran angin cukup kencang. Sehingga api mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, langsung meninjau lokasi kebakaran dan tempat pengungsian sementara warga. Ia menyatakan bahwa