INDRAMAYU- Pengadilan Negeri Indramayu melanjutkan sidang kasus pembunuhan tragis yang menewaskan satu keluarga berisi lima orang di Desa Paoman, Indramayu, pada Senin (25/5).
Sesi sidang ini menjadi titik balik penting setelah Jaksa Penuntut Umum menghadirkan beberapa barang bukti baru dan mendatangkan saksi dari tim penyidik serta Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Indonesia (INAFIS) dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Di hadapan majelis hakim, Jaksa Yudi menyerahkan dan memutar alat bukti digital berupa rekaman CCTV yang diambil dari tiga titik strategis di sekitar lokasi kejadian.
Ketiga titik ini meliputi area bengkel di samping toko korban, area rumah di sebelah kanan lokasi kejadian, dan area dekat sebuah toko fotokopi. Selain rekaman visual, jaksa juga menghadirkan barang bukti fisik berupa palu yang diduga kuat digunakan untuk mengeksekusi para korban, video penemuan palu di lapangan, serta hasil pemeriksaan forensik digital terhadap ponsel terdakwa.
Saksi penyidik Prasetyo menjelaskan di pengadilan bahwa rekaman CCTV secara kronologis merekam aktivitas para terdakwa, mulai dari Kamis malam, 28 Agustus 2025. Dalam rekaman tersebut, dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo, terlihat mendekati rumah seorang korban bernama Budi.
Tidak lama kemudian, Budi terlihat berjalan menuju toko bersama Ririn, diikuti oleh Priyo yang mengendarai sepeda motor. Beberapa jam kemudian, kamera pengawas hanya menangkap Ririn dan Priyo kembali dari arah toko tanpa korban Budi.
Penyidik juga mengungkapkan rekaman mengejutkan dari malam yang sama, di mana kedua terdakwa sempat mengeluarkan mobil pikap milik korban, yang diduga kuat digunakan untuk memindahkan jenazah. Namun, rencana itu dibatalkan, dan kendaraan tersebut dimasukkan kembali ke garasi. Mobil pikap itu baru keluar dari area garasi dan berhenti di depan toko korban pada malam berikutnya, Jumat, 29 Agustus 2025, untuk mengangkut jenazah Budi.
Fakta persidangan dari kesaksian tim INAFIS juga memperjelas detail teknis di lapangan, di mana barang bukti palu ditemukan oleh petugas tergeletak sekitar 50 meter dari lokasi pembunuhan.
Semua visualisasi CCTV dan penemuan barang bukti ini dinilai konsisten dengan pernyataan yang diberikan oleh terdakwa Priyo selama proses penyidikan. Tim penyidik juga menegaskan di hadapan hakim bahwa proses pembuatan berita acara pemeriksaan dilakukan secara murni tanpa adanya tekanan, intimidasi, atau kekerasan fisik terhadap para terdakwa.
Melalui konfrontasi alat bukti digital ini, misteri penggunaan terpal saat pembunuhan akhirnya terungkap jelas. Lebih lanjut, kesaksian penyidik dalam sidang resmi pengadilan membantah spekulasi liar mengenai keterlibatan pihak lain.
Pihak kepolisian memastikan bahwa dalam laporan penyidikan awal, tidak pernah ada penyebutan nama atau keberadaan empat tersangka lainnya, dengan demikian narasi ini dipastikan tidak valid dan murni karangan dari terdakwa Ririn menjelang sidang pertama.
Di sisi lain, penasihat hukum Priyo, Ruslandi, menilai bahwa pemutaran rekaman CCTV justru memperkuat posisi kliennya. Ruslandi menegaskan bahwa visual tersebut membuktikan pembunuhan itu memang dilakukan oleh hanya dua orang dan menekankan bahwa Ririn adalah eksekutor utama, sementara Priyo hanya bertindak sebagai pembantu di bawah tekanan.
Priyo sangat membantah tuduhan Ririn bahwa ia ikut serta dalam pemukulan atau terlibat dalam tindakan keji menenggelamkan bayi korban di bak mandi. Penasihat hukum mengklaim bahwa semua tindakan kekerasan murni dilakukan oleh Ririn.
Kasus pembunuhan berencana ini sebelumnya mengguncang publik setelah lima anggota keluarga ditemukan tewa membusuk di rumah mereka di Jalan Siliwangi Nomor 52, Desa Paoman, Indramayu, pada Senin, 1 September 2025.
Para korban adalah H Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), RK (7), dan seorang bayi berusia delapan bulan dengan inisial B. Kedua pelaku akhirnya ditangkap polisi di Kecamatan Kedokan Bunder pada 8 September 2025, dengan motif dendam atas biaya sewa mobil sebesar Rp750.000. Sidang akan dilanjutkan minggu depan untuk mendalami alat bukti lebih dalam.
<h3 class="text-lg font-semibold mb-2 text-blue-800">Pengadilan Negeri Indramayu</h3>
<div class="text-gray-800">Pengadilan Negeri Indramayu, yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, adalah lembaga peradilan yang dibentuk untuk menangani perkara hukum di wilayah Kabupaten Indramayu. Sejarahnya terkait dengan sistem peradilan nasional Indonesia, yang berkembang setelah kemerdekaan negara, dengan pengadilan lokal seperti ini berfungsi sebagai badan tingkat pertama untuk perkara perdata dan pidana. Pengadilan ini memainkan peran kunci dalam menegakkan hukum dan ketertiban di wilayah tersebut, yang mencerminkan perkembangan peradilan Indonesia secara lebih luas.</div>
</div><div class="my-4 p-4 rounded-lg shadow-md bg-blue-50 border-l-4 border-blue-400">
<h3 class="text-lg font-semibold mb-2 text-blue-800">Desa Paoman</h3>
<div class="text-gray-800">Desa Paoman adalah sebuah permukiman bersejarah di Jawa Barat, Indonesia, yang dikenal dengan industri tekstil tradisionalnya, khususnya produksi batik. Desa ini telah melestarikan warisan budayanya selama beberapa generasi, dengan pengrajin lokal menggunakan teknik kuno untuk menciptakan motif batik rumit yang mencerminkan tradisi Sunda. Sejarahnya terkait erat dengan jalur perdagangan dan pertukaran seni di wilayah tersebut, menjadikannya museum hidup dari keahlian tangan Indonesia.</div>
</div><div class="my-4 p-4 rounded-lg shadow-md bg-blue-50 border-l-4 border-blue-400">
<h3 class="text-lg font-semibold mb-2 text-blue-800">Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Indonesia (INAFIS)</h3>
<div class="text-gray-800">Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Indonesia (INAFIS) adalah basis data biometrik nasional yang digunakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menyimpan dan mencocokkan catatan sidik jari untuk identifikasi kriminal dan pendaftaran sipil. Dikembangkan dan diimplementasikan pada awal tahun 2000-an, sistem ini menggantikan metode pengarsipan sidik jari manual, secara signifikan meningkatkan kecepatan dan akurasi identifikasi tersangka. Sistem ini memainkan peran penting dalam penegakan hukum, membantu dalam pemeriksaan latar belakang, investigasi tempat kejadian perkara, dan penerbitan dokumen identitas seperti e-KTP.</div>
</div><div class="my-4 p-4 rounded-lg shadow-md bg-blue-50 border-l-4 border-blue-400">
<h3 class="text-lg font-semibold mb-2 text-blue-800">Jalan Siliwangi Nomor 52</h3>
<div class="text-gray-800">Jalan Siliwangi Nomor 52 adalah alamat bersejarah yang terletak di Bandung, Indonesia, yang paling dikenal sebagai lokasi Gedung Merdeka. Awalnya dibangun sebagai klub sosial untuk orang Eropa kaya pada akhir abad ke-19, tempat ini mendapatkan signifikansi global pada tahun 1955 ketika menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika, sebuah peristiwa penting yang menyatukan negara-negara yang baru merdeka untuk mempromosikan dekolonisasi dan kerja sama. Saat ini, bangunan tersebut berfungsi sebagai museum yang didedikasikan untuk sejarah dan warisan konferensi.</div>
</div><div class="my-4 p-4 rounded-lg shadow-md bg-blue-50 border-l-4 border-blue-400">
<h3 class="text-lg font-semibold mb-2 text-blue-800">Kecamatan Kedokan Bunder</h3>
<div class="text-gray-800">Kedokan Bunder adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Indonesia, yang terutama dikenal dengan lanskap pertanian dan produksi padinya. Secara historis, daerah ini telah menjadi bagian dari komunitas pertanian tradisional di wilayah tersebut, dengan perkembangannya terkait erat dengan sistem irigasi lokal dan pengolahan tanah. Meskipun tidak memiliki landmark bersejarah besar, kecamatan ini mewakili daerah pedesaan dari warisan budaya dan ekonomi Jawa.</div>
</div><div class="my-4 p-4 rounded-lg shadow-md bg-blue-50 border-l-4 border-blue-400">
<h3 class="text-lg font-semibold mb-2 text-blue-800">Kepolisian Negara Republik Indonesia</h3>
<div class="text-gray-800">Monumen Polisi Nasional di London, yang terletak di The Mall dekat Horse Guards Parade, memperingati petugas polisi Inggris yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas. Didirikan pada tahun 2005, desainnya menampilkan dinding batu Portland melengkung yang diukir dengan nama lebih dari 4.000 petugas yang gugur, melambangkan pengorbanan dan perlindungan. Situs ini juga mencakup taman memorial dan berfungsi sebagai titik fokus untuk upacara tahunan Hari Peringatan Polisi Nasional, menghormati sejarah dan layanan kepolisian yang berkelanjutan.</div>
</div>