Warangal, Gedung-gedung serbaguna di distrik Warangal lama kini memasang spanduk berisi peringatan hukum untuk mencegah tamu tak diundang masuk ke acara pribadi seperti pernikahan. Jumlah orang yang menghadiri pesta nikah tanpa undangan dan menyantap makanan yang disediakan untuk tamu telah meningkat belakangan ini.

Spanduk-spanduk ini, yang dipasang di pintu masuk sejumlah venue, memperingatkan bahwa memasuki acara pribadi tanpa undangan dapat dikenai tindakan berdasarkan Pasal 441 (Pelanggaran Kriminal/Trespass), yang berpotensi menyebabkan hukuman penjara hingga tiga bulan dan denda 5.000 rupee. Foto salah satu spanduk tersebut baru-baru ini viral di media sosial.

Keluhan serupa telah diterima dari beberapa bagian distrik Mahabubabad, Warangal, dan Hanamkonda, di mana penyelenggara pernikahan dan pemilik gedung serbaguna mengeluhkan banyaknya orang tak diundang yang datang ke pesta pernikahan. Seorang bernama Pratap baru-baru ini menyelenggarakan pernikahan adik perempuannya di sebuah gedung serbaguna di Hanamkonda. Ia menuduh lebih dari 200 orang tak diundang masuk ke gedung, memakan makanan yang disiapkan untuk tamu, lalu pergi.

Masuk Gedung Serbaguna Hanya untuk Tamu Undangan

Pratap menyatakan bahwa karena membludaknya orang tak diundang tersebut, makanan menjadi kurang untuk kerabat dan teman yang diundang. Pemilik gedung serbaguna mengatakan masalah ini mulai berdampak pada bisnis mereka juga, karena beberapa pelanggan ragu-ragu memesan gedung di mana orang luar bisa mudah masuk.

Pihak pengelola Ashok Nandan Garden di Mahabubabad menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk keamanan pelanggan dan mencegah gangguan dalam acara pribadi. Mereka mengatakan, “Kami sengaja mencantumkan denda 5.000 rupee di spanduk kami, padahal menurut hukum dendanya adalah 500 rupee. Kami melakukan ini untuk menanamkan rasa takut pada pikiran mereka yang mungkin masuk tanpa undangan dan mencegah mereka melakukannya.”

Untuk memberikan pengalaman yang aman dan lancar bagi pelanggan mereka, penyelenggara kini diminta untuk meminta tamu mereka membawa surat undangan. Surat undangan ini akan berfungsi sebagai tiket masuk. Selain itu, penjaga keamanan khusus telah ditempatkan di pintu masuk untuk memeriksa kartu ini, memastikan hanya kerabat dan teman yang benar yang dapat mengikuti acara.

Warangal

Warangal, terletak di negara bagian Telangana, India, adalah ibu kota dinasti Kakatiya dari abad ke-12 hingga ke-14. Kota ini terkenal dengan reruntuhan Warangal Fort yang mengesankan dan Thousand Pillar Temple yang ikonik, yang menunjukkan pencapaian arsitektur dan seni dinasti Kakatiya yang maju. Signifikansi historis kota ini semakin ditekankan dengan pengakuannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO di bawah kelompok “Kakatiya Rudreshwara (Ramappa) Temple”.

Mahabubabad

Mahabubabad adalah sebuah kota dan distrik di negara bagian Telangana, India. Secara historis, kawasan ini adalah bagian dari dinasti Kakatiya dan kemudian pemerintahan Qutb Shahi dan Asaf Jahi (Nizam), dengan distrik modernnya secara resmi dibentuk pada 2016. Daerah ini dikenal dengan warisan budayanya, termasuk komunitas suku dan kuil-kuil bersejarah seperti Sri Venkateswara Swamy Temple di Kuravi.

Hanamkonda

Hanamakonda adalah kota bersejarah di Telangana, India, paling dikenal sebagai lokasi **Thousand Pillar Temple (Sri Rudreshwara Swamy Temple)**, sebuah mahakarya arsitektur dinasti Kakatiya dari abad ke-12. Kota ini pernah menjadi ibu kota awal Kakatiya sebelum fondasi Warangal di dekatnya, dan kompleks kuil ini terkenal dengan ukiran batunya yang rumit, platform berbentuk bintang, dan desain tiga kuil yang didedikasikan untuk Shiva, Vishnu, dan Surya.

Ashok Nandan Garden

Ashok Nandan Garden adalah taman umum yang terletak di kota Ayodhya, India, dibuat untuk menghormati legenda Raja Ashoka dari Kekaisaran Maurya. Sejarahnya modern, dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir sebagai bagian dari perindahan kota dan untuk menyediakan ruang hijau bertema warisan Ashoka tentang perdamaian dan Buddhisme. Taman ini menampilkan lanskap yang tenang, jalur jalan kaki, dan patung-patung, berfungsi sebagai tempat rekreasi populer bagi penduduk lokal dan pengunjung.