New Delhi, Menteri Pusat Nitin Gadkari baru-baru ini membuat pernyataan penting mengenai hubungan timbal balik antara agama dan politik dalam suatu acara. Dia mengatakan bahwa para menteri dan pemimpin harus menjauh dari acara keagamaan, pembangunan kuil, atau aktivitas terkait agama. Gadkari percaya bahwa agama adalah urusan keyakinan dan kehidupan pribadi, sementara pekerjaan mendasar politik dan administrasi adalah mengutamakan pelayanan publik dan pekerjaan pembangunan.

Pernyataan Gadkari

Gadkari menyatakan dengan jelas bahwa jika para menteri dan pemimpin terlibat dalam aktivitas keagamaan, hal itu akan memberikan pesan yang salah kepada masyarakat. Mencampuradukkan agama dan politik meningkatkan kemungkinan perpecahan di antara orang-orang. Dia mengatakan bahwa agama adalah bagian dari keyakinan pribadi dan budaya, yang seharusnya diserahkan kepada masyarakat dan lembaga keagamaan.

Mengapa Pernyataan Seperti Itu?

Nitin Gadkari dikenal dengan politiknya yang bersih dan berorientasi pada pembangunan. Dia telah berkali-kali mengatakan sebelumnya bahwa tujuan politik seharusnya hanya untuk bekerja pada fasilitas dasar seperti jalan, listrik, air, pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.

  • Membawa agama ke dalam politik dapat memecah belah masyarakat.

  • Kehadiran pemimpin di acara keagamaan memberinya warna politik.

  • Demokrasi hanya akan kuat ketika agama dan kekuasaan bekerja dalam batasnya masing-masing.

Peran Agama dalam Politik India

Di negara yang beragam seperti India, agama memiliki hubungan yang dalam dengan politik. Berkali-kali, agama, kasta, dan komunitas digunakan dalam kampanye pemilihan. Hal ini menciptakan ketegangan dan polarisasi dalam masyarakat.

  • Pernyataan Gadkari muncul di saat kuil, acara keagamaan, dan politik berbasis agama menjadi topik pembicaraan di seluruh negeri.

  • Pernyataannya dilihat sebagai perspektif yang seimbang, yang menghormati agama dan juga menjunjung tinggi martabat prinsip-prinsip demokrasi.

Dampak pada Masyarakat

Pernyataan Gadkari dapat memberikan pesan positif kepada masyarakat umum bahwa jika para pemimpin fokus pada pembangunan dan menyerahkan acara keagamaan kepada masyarakat, hal itu akan menjaga transparansi dan keadilan.

  • Masyarakat menginginkan politisi fokus pada jalan, sekolah, rumah sakit, dan lapangan kerja.

  • Aktivitas keagamaan dapat lebih baik ditangani oleh masyarakat dan lembaga keagamaan.

Pernyataan Nitin Gadkari mencerminkan kebutuhan akan keseimbangan antara agama dan kekuasaan dalam politik India. Pesannya jelas: untuk memperkuat demokrasi, para pemimpin harus menjaga jarak dari acara keagamaan dan menjadikan pembangunan serta pelayanan publik sebagai satu-satunya dasar politik.

New Delhi

New Delhi adalah ibu kota modern India, diresmikan secara resmi pada tahun 1931 untuk menggantikan Kalkuta sebagai pusat pemerintahan kolonial Inggris. Kota ini dirancang oleh arsitek Inggris Edwin Lutyens dan Herbert Baker, menampilkan jalan raya lebar berjajar pohon dan gedung-gedung pemerintahan yang megah. Kota ini dibangun tepat di sebelah selatan Old Delhi yang bersejarah, menciptakan kontras yang mencolok antara arsitektur kekaisaran yang terencana dan kota era Mughal yang lebih tua.

Kuil

Kuil adalah struktur suci yang ditemukan di hampir setiap budaya dan agama, berfungsi sebagai tempat ibadah, ritual, dan perkumpulan komunitas. Sejarahnya mencakup milenium, dengan beberapa contoh paling awal, seperti di Mesir kuno dan Mesopotamia, berasal dari lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Kuil adalah perwujudan arsitektur dari keyakinan spiritual, mulai dari Parthenon di Yunani hingga Angkor Wat di Kamboja.