MANILA – Otoritas telah menangkap lebih dari 5.000 target bernilai tinggi (HVT) terkait narkoba dan menyita narkotika senilai hampir 32 miliar peso sejak dimulainya kampanye anti-narkoba pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. pada pertengahan 2022, demikian laporan Badan Anti-Narkoba Filipina (PDEA) pada Rabu ini.

Dalam laporan terbarunya mengenai kampanye nasional anti-narkoba, PDEA menyatakan bahwa total 5.366 HVT telah ditangkap antara 1 Juli 2022 dan 31 Januari 2024.

Individu-individu ini merupakan bagian dari 79.841 tersangka yang ditahan dalam 58.496 operasi selama periode tersebut, tambahnya.

Otoritas juga menyita narkoba ilegal senilai 31,98 miliar peso di seluruh negeri pada periode yang sama.

Ini mencakup 4.317,46 kg shabu (metamfetamin), 50,47 kg kokain, 54.013 butir ekstasi, dan 3.197,19 kg ganja, jelas badan tersebut.

Di sisi lain, PDEA mencatat bahwa 28.247 dari 42.000 barangay (kelurahan) di negara itu telah dinyatakan “bebas narkoba”, sementara 7.264 lainnya masih dalam proses pembersihan.

Barangay-barangay ini memperoleh status bebas narkoba setelah sertifikasi yang dikeluarkan oleh komite pengawas program pemberantasan narkoba di tingkat kelurahan, jelasnya.

Selama periode yang sama, otoritas membongkar 856 sarang narkoba dan satu laboratorium shabu ilegal. (PNA)