<img alt="

WANITA WIRAUSAHA. Menteri Perdagangan Cristina Roque mendorong para wanita untuk tidak berkecil hati karena kekurangan dana untuk meraih kesuksesan dalam bisnis mereka selama peluncuran seremonial Dana Bisnis untuk Wanita (WEF) di kantor DTI di Kota Makati pada Kamis (10 Juli 2025). Ia mengatakan DTI dan Small Business Corporation telah mengalokasikan PHP1 miliar untuk WEF guna mendukung usaha milik wanita. (Foto PNA oleh Joann S. Villanueva)

" src="https://asiacity.news/wp-content/uploads/2025/07/

MANILA – Sebanyak PHP4,22 juta dalam bentuk pinjaman telah diberikan oleh Departemen Perdagangan dan Industri (DTI) serta lengan keuangannya, Small Business Corporation (SBCorp), di bawah Dana Bisnis untuk Wanita (WEF).

Pinjaman tersebut diberikan kepada 24 wanita wirausaha, yang akan menggunakan dana tersebut untuk mendirikan atau memperluas toko kelontong, usaha garmen, apotek, salon kecantikan, kafe, dan restoran.

DTI menyatakan bahwa pencairan awal sebesar PHP8 miliar di bawah program ini akan berasal dari program RISE UP (Resilient, Innovative, and Sustainable Enterprises, Unleash your Powers) milik SBCorp, sebuah mekanisme keuangan dalam WEF.

SBCorp telah mengalokasikan PHP1 miliar untuk WEF.

Program ini menawarkan pinjaman hingga PHP5 juta tanpa agunan, sementara pinjaman hingga PHP20 juta akan dikenakan bunga bulanan sebesar 1% dari saldo menurun dengan jangka waktu pembayaran hingga lima tahun.

Selama peluncuran seremonial program pada hari Kamis, Menteri Perdagangan Cristina Roque menyatakan bahwa inisiatif ini mendukung tujuan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga Filipina dan mencegah mereka memilih bekerja di luar negeri demi menafkahi keluarga.

Ia menekankan bahwa para wanita wirausaha yang kekurangan dana harus terinspirasi oleh mereka yang telah sukses di bidangnya, dengan bantuan program pemerintah seperti WEF.

“Terkadang memiliki sedikit adalah keuntungan, karena kita tahu itu adalah satu-satunya yang kita miliki. Jadi kita harus mengembangkannya. Dan kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujarnya. (PNA)