Kepolisian Nasional Filipina (PNP) menyatakan telah meluncurkan penyelidikan terhadap empat perwira polisi yang diduga terlibat dalam insiden tembak sembarangan selama perayaan Tahun Baru 2026.
Dalam sebuah pernyataan, PNP menyebutkan keempat perwira tersebut—yang berasal dari Surigao del Sur, Iloilo, Kota Parañaque, dan Kota Cagayan de Oro—saat ini sedang diselidiki atas dugaan tembak sembarangan.
Kepala PNP Pelaksana Tugas sebelumnya telah menyatakan bahwa PNP memberlakukan kebijakan one-strike, menjanjikan sanksi administratif dan pertanggungjawaban pidana tanpa kesempatan kedua bagi perwira yang terbukti bersalah melakukan tembak sembarangan.
Dia mengulangi peringatan tersebut, mengingatkan keempat personel tentang konsekuensi dari tindakan mereka.
“Instruksi saya jelas dan sederhana: Jangan gunakan senjata api apa pun untuk menyambut Tahun Baru atau dalam perayaan apa pun. Saya mempercayai setiap personel berseragam untuk menjaga disiplin dan profesionalisme serta fokus pada tugas kami menjaga ketertiban dan keamanan, itulah sebabnya kami tidak menyegel moncong senjata dinas kami,” ujarnya.
Keempat perwira polisi itu menghadapi kemungkinan pemecatan jika tuduhan tersebut terbukti benar.
“Kepada keempat polisi ini yang melanggar instruksi itu, kami harus tegas. Begati penyelidikan selesai dan Anda terbukti bersalah, saya akan memastikan Anda dikeluarkan dari dinas kepolisian,” tegasnya.
Tiga dari personel yang terlibat telah dilucuti senjatanya dan dilaporkan berada di penjara, sementara operasi lanjutan sedang dilakukan untuk menangkap perwira polisi keempat di Kota Cagayan de Oro, yang masih buron.
“Kami juga sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas kasus tembak sembarangan lainnya. Mereka perlu diidentifikasi dan dipenjara karena membahayakan keselamatan masyarakat,” kata pejabat tersebut.
Kepolisian Nasional Filipina
Kepolisian Nasional Filipina (PNP) adalah lembaga penegak hukum utama di Filipina, didirikan dalam bentuknya yang sekarang pada tahun 1991 melalui penggabungan Polisi Militer Filipina (Philippine Constabulary) dan Polisi Nasional Terpadu (Integrated National Police). Sejarahnya dapat ditelusuri kembali ke pasukan kepolisian era kolonial, yang berkembang menjadi layanan kepolisian sipil nasional di bawah Departemen Dalam Negeri dan Pemerintahan Lokal. PNP bertugas menjaga perdamaian, ketertiban, dan keselamatan publik di seluruh negeri.
Surigao del Sur
Surigao del Sur adalah sebuah provinsi di bagian timur laut Mindanao, Filipina, terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan seperti Sungai Enchanted dan Air Terjun Tinuy-an. Secara historis, wilayah ini merupakan bagian dari wilayah Caraga lama, dihuni oleh kelompok-kelompok pribumi seperti suku Manobo, dan kemudian dipengaruhi oleh penjajahan Spanyol pada abad ke-16. Saat ini, ini adalah daerah penting untuk pertanian, pertambangan, dan ekowisata.
Iloilo
Iloilo adalah sebuah provinsi dan kota di Pulau Panay, Filipina, yang secara historis signifikan sebagai pelabuhan dagang utama selama era kolonial Spanyol dan kemudian menjadi pusat industri gula. Warisan budayanya yang kaya ditampilkan dalam landmark bersejarah yang terpelihara dengan baik seperti Gereja Miagao (Situs Warisan Dunia UNESCO) dan rumah-rumah besar bergaya akhir abad ke-19 di sepanjang Calle Real. Saat ini, Iloilo dirayakan sebagai pusat budaya dan asal muasal Festival Dinagyang yang terkenal.
Kota Parañaque
Kota Parañaque adalah kota pesisir yang sangat terurbanisasi di Metro Manila, Filipina, secara historis dikenal sebagai pusat utama produksi dan perdagangan garam selama era kolonial Spanyol. Sejarahnya yang kaya tercermin dalam landmark seperti Gereja St. Andrew yang berusia berabad-abad dan Kawasan Habitat Kritis dan Ekowisata Las Piñas–Parañaque (LPPCHEA), sebuah lahan basah yang dilindungi. Saat ini, kota ini merupakan pusat ekonomi dan permukiman yang vital, menjadi rumah bagi pengembangan kunci seperti distrik bisnis Aseana dan Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA).
Kota Cagayan de Oro
Kota Cagayan de Oro, terletak di pantai utara Mindanao, Filipina, adalah pusat perkotaan utama yang secara historis dikenal sebagai “Kota Persahabatan Emas.” Awalnya merupakan permukiman kecil sebelum menjadi *pueblo* Spanyol pada abad ke-19, dengan namanya berasal dari Sungai Cagayan dan istilah lokal untuk air jernih, “*kagay*.” Saat ini, kota ini merupakan pusat komersial yang ramai dan gerbang populer untuk arung jeram dan wisata petualangan di wilayah tersebut.