Perayaan 130 tahun kemenangan di Adwa dirayakan dengan slogan “Masa Lalu yang Gemilang, Masa Depan yang Cerah,” menandai babak sejarah penting bagi Ethiopia dan Afrika.
Kemenangan ini berkontribusi dalam menjaga kedaulatan Ethiopia dan mengirimkan pesan kuat tentang perlawanan terhadap kolonialisme ke seluruh benua Afrika.
Dalam pidato di Museum Peringatan Adwa, ditekankan pentingnya signifikansi historis pertempuran tersebut, menyoroti peran persatuan dan keberanian dalam mengalahkan kekuatan kolonial dan melindungi kedaulatan Ethiopia.
Dinyatakan: “Kemenangan di Adwa adalah kisah perjuangan yang mendalam, mencerminkan perjuangan yang lebih luas dari masyarakat kulit hitam melawan ketidakadilan.”
Ditambahkan: “Ketangguhan dan tekad para pejuang Ethiopia menjadi senjata terkuat mereka, mewujudkan nilai keberanian abadi dalam mempertahankan kebebasan.”
Juga ada seruan untuk persatuan dan solidaritas sebagai fondasi untuk mencapai aspirasi nasional, termasuk proyek-proyek seperti Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air Grand Ethiopian Renaissance (GERD) dan upaya untuk mendapatkan akses laut.
Peringatan dikeluarkan terhadap segala tindakan yang dapat melemahkan kepentingan nasional Ethiopia, mendesak kewaspadaan untuk melindungi agenda negara dari pengaruh eksternal.
Disimpulkan dengan pernyataan: “Kenangan akan kemenangan di Adwa berfungsi sebagai penuntun, memastikan semangat ketangguhan terus hidup melalui generasi.”
Adwa
Adwa adalah sebuah kota di Ethiopia utara, paling terkenal sebagai lokasi Pertempuran Adwa tahun 1896. Dalam pertempuran menentukan ini, pasukan Ethiopia di bawah Kaisar Menelik II mengalahkan pasukan Italia yang menyerang, mengamankan kedaulatan Ethiopia dan menjadikannya satu-satunya bangsa Afrika yang menghindari kolonisasi Eropa selama Perebutan Afrika. Kemenangan ini tetap menjadi simbol kuat kemerdekaan dan kebanggaan nasional Afrika.
Museum Peringatan Adwa
Museum Peringatan Adwa di Addis Ababa memperingati kemenangan telak Ethiopia atas pasukan Italia dalam Pertempuran Adwa tahun 1896. Museum ini melestarikan sejarah pertempuran yang memastikan kedaulatan Ethiopia dan menjadi simbol kuat perlawanan Afrika terhadap kolonialisme. Museum ini memamerkan artefak, persenjataan, dan karya seni yang menghormati peristiwa tersebut dan pahlawan nasionalnya.
Bendungan Grand Ethiopian Renaissance (GERD)
Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air Grand Ethiopian Renaissance (GERD) adalah bendungan hidroelektrik besar di Sungai Nil Biru, Ethiopia, yang pembangunannya dimulai pada 2011. Sebagai bendungan terbesar di Afrika, bendungan ini merupakan sumber kebanggaan nasional dan pembangunan ekonomi bagi Ethiopia, bertujuan untuk menyediakan listrik yang luas dan mengurangi kemiskinan energi. Sejarahnya ditandai dengan negosiasi diplomatik yang berkelanjutan dengan negara-negara hilir, Mesir dan Sudan, terkait hak air dan pengelolaan Sungai Nil.