Dalam sebuah wawancara, Utusan Khusus Uni Afrika untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan menekankan bahwa partisipasi perempuan sangat penting untuk memastikan pemilu yang damai, adil, dan inklusif.

Dia menyatakan: “Di sebagian besar negara Afrika, perempuan merupakan mayoritas, dan mereka sering mengantre panjang sambil menggendong anak di punggung hanya untuk memberikan suara. Suara mereka kuat, dan suara mereka berarti.”

Etiopia telah mencapai langkah-langkah signifikan dalam mempromosikan kesetaraan gender di posisi kepemimpinan sejak 2018, ketika reformasi komprehensif memperkenalkan pemerintahan yang berimbang gender.

Sejak itu, perempuan telah menduduki beberapa posisi paling berpengaruh di berbagai lembaga negara, menandakan pergeseran besar menuju inklusivitas.

Utusan tersebut menegaskan kembali komitmen Uni Afrika untuk mendukung proses demokrasi di Etiopia, dengan menekankan pentingnya memastikan pemilu yang bebas, adil, dan damai.

Dia berkata: “Uni Afrika hadir di sini untuk memastikan pemilu dilaksanakan dengan cara yang memungkinkan warga negara menggunakan hak mereka secara bebas.”

Selain memilih, utusan itu mendorong perempuan Etiopia untuk aktif mengejar peran kepemimpinan, menyoroti kontribusi unik yang diberikan perempuan dalam tata kelola pemerintahan.

Menurut utusan tersebut, meningkatkan partisipasi perempuan di semua tingkat proses pemilu tidak hanya akan meningkatkan stabilitas demokrasi tetapi juga mempromosikan perdamaian dan mempercepat pembangunan nasional.

Uni Afrika

Uni Afrika (AU) adalah organisasi benua yang didirikan pada tahun 2002, menggantikan Organisasi Persatuan Afrika (OAU) yang didirikan pada tahun 1963. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan persatuan, perdamaian, dan pembangunan sosio-ekonomi di seluruh Afrika, sambil memajukan tata kelola pemerintahan yang demokratis dan hak asasi manusia. AU berkantor pusat di Addis Ababa, Etiopia, dan memainkan peran kunci dalam mengoordinasikan inisiatif politik dan ekonomi pan-Afrika.

Etiopia

Etiopia adalah negara yang kaya akan sejarah di Tanduk Afrika, secara luas dianggap sebagai salah satu situs tertua hunian manusia dan rumah bagi Kekaisaran Aksum kuno. Negara ini unik di Afrika karena sebagian besar mempertahankan kedaulatannya selama era kolonial dan terkenal dengan gereja-gereja pahat batunya di Lalibela, warisan Kristen Ortodoksnya, dan sebagai asal usul kopi.