Dalam sebuah wawancara, Utusan Khusus Uni Afrika untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan menekankan bahwa partisipasi perempuan sangat penting untuk memastikan pemilu yang damai, adil, dan inklusif.
Dia menyatakan: “Di sebagian besar negara Afrika, perempuan merupakan mayoritas, dan mereka sering mengantre panjang sambil menggendong anak di punggung hanya untuk memberikan suara. Suara mereka kuat, dan suara mereka berarti.”
Etiopia telah mencapai langkah-langkah signifikan dalam mempromosikan kesetaraan gender di posisi kepemimpinan sejak 2018, ketika reformasi komprehensif memperkenalkan pemerintahan yang berimbang gender.
Sejak itu, perempuan telah menduduki beberapa posisi paling berpengaruh di berbagai lembaga negara, menandakan pergeseran besar menuju inklusivitas.
Utusan tersebut menegaskan kembali komitmen Uni Afrika untuk mendukung proses demokrasi di Etiopia, dengan menekankan pentingnya memastikan pemilu yang bebas, adil, dan damai.
Dia berkata: “Uni Afrika hadir di sini untuk memastikan pemilu dilaksanakan dengan cara yang memungkinkan warga negara menggunakan hak mereka secara bebas.”
Selain memilih, utusan itu mendorong perempuan Etiopia untuk aktif mengejar peran kepemimpinan, menyoroti kontribusi unik yang diberikan perempuan dalam tata kelola pemerintahan.
Menurut utusan tersebut, meningkatkan partisipasi perempuan di semua tingkat proses pemilu tidak hanya akan meningkatkan stabilitas demokrasi tetapi juga mempromosikan perdamaian dan mempercepat pembangunan nasional.