Danny O’Donoghue dari The Script mengatakan bahwa menggelar konser di Filipina itu unik karena ia bisa mengidentifikasi aksen Filipina dari penonton yang ikut bernyanyi.

Pada episode “Unang Hirit” hari Senin, penyanyi asal Irlandia ini berbagi apa yang membuat penampilan untuk para penggemar Filipina begitu berkesan.

“Ini sangat surreal,” ujarnya. “Jika kamu mendengarkan secara keseluruhan, terakhir kali kami tampil di Araneta Coliseum, kamu bisa mendengar aksen Filipina.”

“Ini sangat unik,” tambahnya. “Semua orang selaras dan kompak.”

Sebelum mengakhiri bincang-bincangnya di acara pagi itu, Danny menghibur penonton dengan penampilan langsung lagu “The Man Who Can’t Be Moved.”

Vokalis ini juga menyampaikan pesan yang tulus untuk penggemar Filipina dan berterima kasih atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan untuk band ini.

“Kalian hampir menjadi negara nomor satu dalam mendukung The Script di seluruh dunia, jadi setiap kali kami ke sini, itu adalah suatu kehormatan,” katanya.

“Kami hanya ingin terus kembali lagi dan lagi,” tambahnya. “Itulah intinya, untuk menunjukkan apresiasi kami kepada penggemar Filipina.”

Danny membuat penampilan yang cukup spektakuler di “Unang Hirit” dengan mengendarai sebuah [sepeda]. Di acara pagi itu, ia juga disuguhi sarapan khas Filipina yang lengkap, dan mencicipi longganisa, sisig, serta pandesal.

The Script akan membawa tur mereka ke Manila dengan menggelar konser di SM Mall of Asia Arena di Kota Pasay pada Maret 2027.

Pada tahun 2025, band asal Irlandia ini juga mengunjungi negara tersebut sebagai bagian dari tur dunia mereka yang bertajuk “Satellites.”

Beberapa lagu klasik hits dari The Script antara lain “Breakeven,” “For the First Time,” dan “Hall of Fame (feat. will.i.am).”

Logo Email Pengiriman Newsletter GNO
Logo Email Pengiriman Newsletter GNO

Araneta Coliseum

Araneta Coliseum, yang juga dikenal sebagai “Big Dome,” adalah arena dalam ruangan bersejarah yang terletak di Kota Quezon, Filipina. Dibuka pada tahun 1960, arena ini merupakan arena dalam ruangan terbesar di dunia pada saat itu dan telah menjadi tuan rumah bagi berbagai acara ikonik, termasuk pertandingan tinju terkenal “Thrilla in Manila” antara Muhammad Ali dan Joe Frazier pada tahun 1975. Saat ini, arena ini tetap menjadi tempat utama untuk olahraga, konser, dan acara budaya di Filipina.

SM Mall of Asia Arena

SM Mall of Asia Arena adalah arena serbaguna dalam ruangan besar yang terletak di Pasay, Filipina, bersebelahan dengan kompleks SM Mall of Asia. Dibuka pada tahun 2012, arena ini dibangun oleh SM Prime Holdings untuk menjadi tuan rumah konser, acara olahraga, dan pertunjukan hiburan, dengan cepat menjadi tempat utama di Metro Manila. Arena ini memiliki kapasitas hingga 20.000 orang dan telah menjadi tuan rumah bagi berbagai aksi internasional besar, termasuk kontes Miss Universe 2018 dan berbagai konser K-pop.