Baca dalam 10 detik

  • Sepatu lari lokal mendominasi pasar Indonesia sepanjang Mei 2026 karena tingginya permintaan dari komunitas lari perkotaan.
  • Sepuluh merek lokal seperti Ortuseight, 910 Nineten, dan Specs semakin populer berkat tren media sosial.
  • Kualitas desain yang meningkat dan harga yang kompetitif menjadikan produk lokal pilihan utama untuk performa dan gaya hidup.

Tren lari di Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Setiap akhir pekan, lintasan di Gelora Bung Karno, Lapangan Banteng, dan area jogging kota besar lainnya selalu penuh dengan pelari.

Menariknya, yang paling sering terlihat sekarang bukanlah merek asing. Merek lokal justru menjadi pusat perhatian.

Dari TikTok hingga komunitas Sunday Morning Run, beberapa model menjadi viral dan cepat habis di marketplace. Banyak pelari mengaku harus “berebut” ukuran karena stok sering habis beberapa hari setelah perbincangan hangat di media sosial.

Fenomena ini membuat persaingan antar merek lokal pada Mei 2026 jauh lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berikut adalah 10 sepatu lari lokal yang paling dicari bulan ini.

1. Ortuseight Hyperblast 2.1

Ortuseight tetap menjadi nama yang paling sering disebut di komunitas lari. Hyperblast 2.1 disukai karena ringan dengan bantalan responsif untuk aspal kota. Model ini juga sering muncul di halaman FYP TikTok lari.

Kenapa laris: nyaman untuk lari harian dan terlihat sporty di media sosial.

2. 910 Nineten Haze Inferno

910 Nineten semakin populer di kalangan pelari muda perkotaan. Desainnya terlihat modern dan cukup bersih untuk dipakai tidak hanya saat lari, tetapi juga untuk nongkrong setelah olahraga.

Kenapa laris: desain stylish dan ringan untuk jogging sore.

3. Specs Coanda SV

Specs serius memasuki dunia gaya hidup lari. Seri Coanda sering direkomendasikan untuk pelari pemula karena harganya yang ramah, sementara bantalannya terasa nyaman untuk latihan harian.

Kenapa laris: nilai uang yang tinggi.

4. League Inizio U

League kembali menjadi sorotan karena bantalannya yang empuk cocok untuk lari santai. Banyak pelari memilih model ini untuk jogging santai dan lari pemulihan.

Kenapa laris: nyaman di aspal dan untuk lari santai jarak jauh.

5. Ortuseight Hyperblast Shadow

Jika Anda sering melihat konten estetika lari di TikTok, kemungkinan besar Anda pernah melihat seri ini. Warna bersih dan desain sporty membuat model ini cukup identik dengan tren “estetika lari bersih”.

Kenapa laris: estetis dan sering muncul di FYP.

6. 910 Nineten Aurorun Stride SE

Model ini banyak digunakan oleh pelari perkotaan yang lebih menyukai gaya sporty minimalis. Selain nyaman untuk lari santai, tampilannya juga cocok dipadukan dengan pakaian lari yang bersih.

Kenapa laris: menggabungkan lari dan gaya hidup.

7. League Kumo Racer Instinct

Ini adalah salah satu model yang mulai sulit ditemukan di beberapa marketplace. Banyak pelari memburu seri ini karena sensasi ringan dan desain balap yang agresif namun stylish.

Kenapa laris: cepat dan mulai langka.

8. Eagle Ronin Premium

Eagle tetap menjadi pilihan bagi pelari pemula yang mencari sepatu nyaman dengan harga terjangkau. Sifatnya yang ringan membuatnya cukup nyaman untuk jogging santai.

Kenapa laris: murah tapi tetap nyaman.

9. AZA Run Pygmalion

Merek ini mulai menarik perhatian karena desainnya terlihat berbeda dari sepatu lari lokal lainnya. Nuansa sporty minimalis menjadikannya topik hangat di komunitas gaya hidup lari.

Kenapa laris: desain bersih dan unik.

10. Eagle Fury Furi

Model ini cukup populer di kalangan pelari pemula yang baru mulai jogging secara rutin. Selain ringan, harganya juga relatif terjangkau untuk sepatu lari harian.

Kenapa laris: cocok untuk pemula

Gelora Bung Karno

Gelora Bung Karno adalah kompleks olahraga besar di Jakarta, Indonesia, yang dinamai sesuai presiden pertama negara ini, Sukarno (sering dipanggil Bung Karno). Dibangun pada awal 1960-an untuk menjadi tuan rumah Asian Games 1962, pusatnya adalah stadion utama yang ikonik, yang sejak itu telah mengalami renovasi besar dan menjadi tuan rumah acara seperti Asian Games 2018. Kompleks ini tetap menjadi simbol kebanggaan nasional dan tempat utama untuk acara olahraga dan budaya di Indonesia.

Lapangan Banteng

Lapangan Banteng adalah alun-alun bersejarah di Jakarta Pusat, Indonesia, yang awalnya dibangun pada era kolonial Belanda dan dinamai berdasarkan patung-patung banteng yang pernah berdiri di sana. Tempat ini menjadi lokasi pembangunan Monumen Pembebasan Irian Barat yang ikonik pada tahun 1970-an dan telah berfungsi sebagai tempat protes dan pertemuan publik. Hingga saat ini, tempat ini tetap menjadi ruang publik yang signifikan, dikelilingi oleh bangunan era kolonial dan landmark modern.