Kolkata Knight Riders mengalahkan Mumbai Indians dengan selisih 4 wicket. Pertandingan Indian Premier League 2026 ini menambah keseruan. Klik untuk detail lebih lanjut.

Meski KKR menang, playoff tetap sulit! Run rate bersih dan persamaan tetap rumit

Mendengar nama Kolkata Knight Riders, orang awalnya mengira mereka akan tertekan dalam pertandingan melawan Mumbai. Namun di Eden Gardens, tim tuan rumah menampilkan performa gemilang. Setelah kemenangan mendebarkan pada Kamis, 21 Mei 2026 ini, persaingan playoff menjadi semakin menarik. Kolkata mengalahkan Mumbai Indians dengan 4 wicket. Para penggemar tegang menyaksikan pengejaran yang seru ini. Kini pertanyaannya: bisakah KKR mengamankan tempat di posisi empat besar?

Mumbai Indians: Susunan pemukul runtuh di Eden Gardens

Faktanya, Mumbai yang memukul pertama setelah kalah undian, memulai dengan sangat buruk. Pemain serba bisa KKR, Cameron Green, punya rencana untuk mengambil wicket cepat di over ketiga. Ia menyingkirkan Ryan Rickelton pada bola ketiga over tersebut. Kemudian, pada bola terakhir, ia mengirim Naman Dhir kembali ke paviliun tanpa mencetak angka. Pukulan ganda ini membuat tim Mumbai tidak pernah bisa pulih. Saurabh Dubey juga bermain sangat baik, menyingkirkan Rohit Sharma dan Suryakumar Yadav dengan mudah, memperkuat cengkeramannya di pertandingan.

Menurut laporan, Mumbai hanya mencetak total 147 run dengan 8 wicket dalam 20 over yang dialokasikan. Setelah gangguan hujan, Hardik Pandya tersingkir setelah mencetak 26 run, jatuh ke tangan Sunil Narine. Sumber mengatakan Corbin Bosch mencetak 32 run tak terkalahkan dari 18 bola di over akhir, membawa tim ke skor yang terhormat. Untuk KKR, Saurabh, Cameron Green, dan Kartik Tyagi masing-masing mengambil 2 wicket. Ini merupakan kekalahan ke-9 bagi Mumbai.

Peristiwa ini terjadi saat para penggemar kriket di seluruh negeri tenggelam dalam kegembiraan IPL. Musim Indian Premier League ini menandai kemenangan ke-6 Kolkata dalam 12 pertandingan. Hasilnya, mereka naik ke posisi keenam di tabel poin dengan 13 poin. Mumbai Indians kini hampir resmi tersingkir dari persaingan playoff. Pendukung mana pun dari Mumbai pasti kecewa dengan statistik ini. Meskipun begitu, KKR harus memenangkan semua pertandingan tersisa mereka.

Indian Premier League: Pengejaran seru dan kerja sama Manish dan Rovman

Patut dicatat bahwa awal Kolkata dalam mengejar target 148 run juga tidak bagus. Menurut informasi yang diterima, Finn Allen tersingkir setelah hanya mencetak 8 run. Setelah itu, Ajinkya Rahane dan Manish Pandey menstabilkan babak. Saat Rahane tersingkir dengan 21 run, skor menjadi 54 untuk 3 wicket.

Beberapa orang mengatakan bahwa inning 45 run dari Manish Pandey dan 40 run dari Rovman Powell membantu KKR memenangkan pertandingan. Yang lain percaya bahwa lemparan mematikan Jasprit Bumrah menyulitkan Kolkata hingga akhir.

Yang paling menarik adalah di over akhir, Rinku Singh mencetak 9 run tak terkalahkan untuk mengamankan kemenangan dalam 18,5 over. Dalam konteks ini, kubu KKR pun bernapas lega.

Rohit Sharma: Strategi masa depan setelah kegagalan Mumbai

Selanjutnya, persamaan playoff untuk IPL akan semakin jelas dalam pekan mendatang. Bagi Rohit Sharma dan Hardik Pandya, satu-satunya tantangan yang tersisa musim ini adalah menyelamatkan kehormatan mereka. Secara spesifik, tim Mumbai mungkin akan memberikan kesempatan kepada pemain muda baru di pertandingan mendatang. Penggemar memuji comeback KKR di media sosial. Setiap kali turnamen besar seperti ini mencapai tahap akhir, kegembiraan meningkat. Mendengar ini, apakah Anda juga terkejut? Kini semua mata akan tertuju pada pertandingan mendatang.

Kolkata Knight Riders telah menjaga harapan mereka tetap hidup dengan memenangkan pertandingan penting ini. Pukulan Manish Pandey dan Rovman Powell menarik tim keluar dari kesulitan. Namun bisakah mereka mempertahankan ritme ini di pertandingan besar mendatang? Apa yang akan dilakukan Kolkata Knight Riders selanjutnya masih harus dilihat.

Berita Terkait

Eden Gardens

Eden Gardens adalah lapangan kriket bersejarah di Kolkata, India, didirikan pada tahun 1864. Ini adalah salah satu stadion kriket tertua dan terbesar di dunia, dengan kapasitas lebih dari 66.000 penonton. Tempat ini telah menjadi tuan rumah berbagai pertandingan ikonik, termasuk final Piala Dunia Kriket 1987, dan dikenal sebagai “rumah kriket India.”