Sebuah pesawat Saudia yang membawa jemaah haji menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Kota Tangerang, melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu Medan pada Selasa, 17 Juni 2025. Diduga penyebabnya adalah ancaman bom.
Mendengar kabar tersebut, Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports segera menerapkan prosedur kontinjensi untuk ancaman keamanan dan keselamatan pesawat Saudia SV-5726.
“Pesawat tersebut telah berangkat dari Jeddah, Arab Saudi, menuju Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang,” ujar Kepala Kelompok Sekretariat Perusahaan.
Saat mengidentifikasi ancaman terhadap keamanan dan keselamatan, pilot
Tentang: Bandara Soekarno-Hatta
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang terletak di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, dinamai sesuai dengan presiden pertama negara, Sukarno, dan wakil presiden pertamanya, Mohammad Hatta. Diresmikan pada tahun 1985, bandara ini dibangun untuk mengurangi kepadatan bandara lama Jakarta, Bandara Kemayoran, dan sejak saat itu telah diperluas hingga mencakup tiga terminal, berfungsi sebagai hub utama untuk penerbangan internasional dan domestik. Bandara ini telah mengalami berbagai peningkatan untuk mengoptimalkan pengalaman penumpang dan meningkatkan kapasitasnya, yang mencerminkan peran pentingnya dalam menghubungkan Indonesia dengan komunitas global.
Tentang: Bandara Kualanamu
Bandara Internasional Kualanamu, yang terletak di Medan, Sumatra Utara, Indonesia, diresmikan pada tahun 2013 sebagai pengganti Bandara Polonia yang lama. Bandara ini merupakan bandara tersibuk ketiga di Indonesia dan berfungsi sebagai pusat koneksi utama untuk penerbangan internasional dan domestik. Dirancang untuk menangani hingga 8 juta penumpang setiap tahun dengan kemungkinan perluasan di masa depan, Bandara Kualanamu dikembangkan untuk memenuhi permintaan perjalanan udara yang meningkat di wilayah tersebut dan mencakup fasilitas modern, seperti jalur kereta api yang menghubungkan ke kota Medan.
Tentang: Jeddah
Jeddah, yang terletak di pesisir Laut Merah, adalah kota terbesar kedua di Arab Saudi dan berfungsi sebagai pusat perkotaan utama di bagian barat negara tersebut. Secara historis, kota ini telah menjadi pintu gerbang bagi ziarah ke kota suci Islam Mekah dan Madinah, setidaknya sejak abad ke-7, ketika menjadi pelabuhan bagi para peziarah Muslim. Saat ini, Jeddah dikenal dengan usaha komersialnya, budaya yang beragam, dan distrik bersejarah Al-Balad, yang menampilkan bangunan tradisional bertingkat serta pasar yang ramai, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.