Dari tanggal 15 hingga 18 Juni, Pusat Kebudayaan dan Perfilman (Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata) menyelenggarakan program instalasi seni berjudul “Irama Esensi”, yang menghadirkan kembali keindahan kota Hoi An yang kuno dan tenang di tepi Sungai Han.
Program instalasi seni “Irama Esensi” menciptakan ruang seni yang unik di jantung kota, menampilkan gambaran kota tua Hoi An dengan menggunakan material tradisional bambu dan ratusan lentera warna-warni yang terang.
Bambu-bambu ramping yang saling terkait membentuk pagar bambu yang akrab, melambangkan daya tahan, vitalitas yang kuat, dan semangat persatuan rakyat Vietnam.
Bersamaan dengan itu, ratusan lentera berwarna-warni bersinar dengan cahaya hangat, menciptakan suasana magis yang memikat baik penduduk lokal maupun wisatawan, mengundang mereka untuk berhenti dan berfoto.
Tentang: Kota Hoi An
Hoi An adalah kota kecil yang menawan di pusat Vietnam, terkenal dengan Kawasan Kota Tua yang terawat baik dan diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Kaya akan sejarah, Hoi An adalah pelabuhan perdagangan yang makmur dari abad ke-15 hingga ke-19, menarik pedagang dari Jepang, China, dan berbagai negara Eropa. Saat ini, kota ini terkenal dengan arsitektur bersejarahnya, rumah-rumah kayu tradisional, dan ratusan toko jahit, menjadikannya tujuan populer bagi wisatawan yang mencari perpaduan budaya dan kerajinan tangan.
Tentang: Sungai Han
Sungai Han adalah sungai penting di Korea Selatan yang mengalir melalui jantung kota Seoul, ibu kota negara. Secara historis, sungai ini memainkan peran penting dalam perkembangan dan kelangsungan hidup peradaban Korea, berfungsi sebagai sumber air vital dan memfasilitasi transportasi serta perdagangan. Di zaman modern, sungai ini menjadi titik fokus baik untuk rekreasi maupun transportasi, dengan taman yang luas, jalur sepeda, dan area rekreasi di sepanjang tepiannya, yang telah menjadi ikon lanskap perkotaan Seoul.