Di tengah perkembangan kompleks Badai Nomor 3, komune My Duc (Hanoi) telah membentuk tim inspeksi di area yang berisiko longsor, kerusakan tanggul, dan saluran drainase kritis… untuk merespons secara proaktif berdasarkan prinsip “empat tindakan di tempat”.

Pemeriksaan Menyeluruh di Zona Berisiko Tinggi

Pada sore hari tanggal 20 Juli, segera setelah peringatan tentang kemungkinan dampak langsung Badai Nomor 3 di wilayah utara, komune My Duc dengan cepat membentuk dua tim inspeksi di lapangan untuk mengevaluasi lokasi-lokasi penting.

Tim pertama, yang dipimpin oleh ketua Komite Rakyat komune, memeriksa ruas tanggul yang berisiko longsor di Hop Thanh dan An Phu. Zona-zona ini berbatasan dengan area pemukiman, memiliki medan yang curam, dan terkena dampak badai pada malam tanggal 19 Juli, yang menumbangkan pohon dan melemahkan tanah.

Rambu peringatan dipasang di area rawan longsor.

Di lokasi, tim mengarahkan pasukan setempat untuk memasang pembatas, menempatkan rambu peringatan, membersihkan penghalang visual, dan segera menyingkirkan pohon tumbang untuk menjamin keselamatan warga jika terjadi hujan deras dan angin kencang.

Secara bersamaan, tim kedua, yang dipimpin oleh wakil ketua Komite Rakyat komune, memeriksa sistem drainase di Phu Luu Te, Dai Hung, dan Dai Nghia, tempat stasiun pompa utama berada. Di desa Ha, dusun Ha Xa—sebuah zona dengan medan kompleks, lereng curam, dan banyak rumah di kaki bukit—tim mencatat longsor kecil dan meminta pemantauan terus-menerus untuk respons yang tepat waktu.

Mengutamakan Keselamatan Warga

Petugas memeriksa proyek konstruksi yang belum selesai.

Setelah pemeriksaan, para pemimpin My Duc menilai bahwa meskipun longsor belum parah, langkah-langkah pencegahan dini perlu diambil untuk menghindari keterlambatan. Tim diinstruksikan untuk memperkuat titik-titik lemah dan menyelesaikan pemeriksaan drainase sebelum hujan deras.

“Tidak ada kecerobohan, sekecil apa pun, yang dapat diterima dalam upaya persiapan,” tegas ketua komune selama inspeksi.

Komune juga mendesak desa-desa untuk memeriksa rumah tangga di daerah rendah dan memperbarui daftar evakuasi. Warga disarankan untuk memperkuat atap, memeriksa sistem kelistrikan, dan mengamankan struktur yang tidak stabil. Serikat pemuda dan organisasi lokal dikerahkan untuk memberikan dukungan.

Komune My Duc

My Duc adalah daerah pedesaan yang terletak di distrik My Duc, Hanoi, Vietnam, terkenal dengan pemandangannya yang indah, desa tradisional, dan warisan pertanian. Secara historis, kawasan ini merupakan wilayah pertanian penting, dengan komunitas yang berfokus pada pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan. Area ini juga memiliki makna budaya, dengan kuil dan pagoda bersejarah yang mencerminkan tradisi spiritual Vietnam.

Hop Thanh

Hop Thanh, juga dikenal sebagai Kuil Hop Thanh, adalah sebuah kuil Buddha bersejarah di Vietnam, terkait dengan dinasti Tran (abad XIII-XIV). Tempat ini menonjol karena makna spiritual dan arsitektur tradisionalnya, mencerminkan warisan Buddha Vietnam yang kaya. Tempat ini berfungsi sebagai tempat ibadah dan pelestarian budaya, menarik peziarah dan pengunjung yang tertarik dengan warisan sejarah dan religiusnya.

An Phu

An Phu adalah sebuah distrik di kota Hue, Vietnam, terkenal karena kepentingan sejarah dan budayanya. Distrik ini merupakan bagian dari ibu kota kekaisaran dinasti Nguyen dan menjadi rumah bagi landmark seperti Istana An Dinh, yang dibangun pada awal abad ke-20. Saat ini, tempat ini menggabungkan warisan tradisional dengan pembangunan perkotaan modern.

Phu Luu Te

“Phu Luu Te” adalah situs sejarah dan budaya di Vietnam, terkait dengan kegiatan revolusioner Ho Chi Minh dan Viet Minh selama perjuangan kemerdekaan. Terletak di provinsi Thai Nguyen, tempat ini merupakan basis perlawanan dan pusat administrasi pada pertengahan abad ke-20. Saat ini diakui karena pentingnya dalam sejarah revolusioner Vietnam.

Dai Hung

“Dai Hung” (atau Pagoda Dai Hung) adalah sebuah kuil Buddha di Vietnam, terkenal karena makna budaya dan spiritualnya. Pagoda ini mencerminkan arsitektur Buddha tradisional dan berfungsi sebagai tempat ibadah dan pertemuan komunitas. Banyak pagoda semacam ini berasal dari berabad-abad lalu, dibangun selama periode pengaruh Buddha di bawah berbagai dinasti.

Dai Nghia

“Dai Nghia” adalah sebuah komune di distrik Dai Loc, provinsi Quang Nam, Vietnam, dikenal karena lanskap pedesaannya dan budaya tradisional. Secara historis, kawasan ini dipengaruhi oleh kerajaan Champa dan kemudian menjadi bagian dari wilayah administratif dinasti Nguyen. Saat ini, tempat ini melestarikan warisannya melalui pertanian, kerajinan tangan, dan festival komunitas.

Desa Ha

Desa Ha, terletak di wilayah pegunungan utara Vietnam, adalah pemukiman tradisional etnis minoritas Thai. Dikenal karena rumah panggung, sawah terasering, dan warisan budaya yang dinamis, desa ini mencerminkan adat istiadat dan praktik pertanian yang telah berusia berabad-abad. Secara historis, tempat ini telah menjadi pusat tradisi Thai, termasuk tarian rakyat, tenun, dan festival yang terkait dengan kalender lunar.

Dusun Ha Xa

Dusun Ha Xa adalah sebuah desa kecil pedesaan di Vietnam, dikenal karena budaya tradisionalnya dan pemandangannya yang tenang. Meskipun detail sejarah spesifik mungkin terbatas, tempat ini mencerminkan gaya hidup agraris dan nilai-nilai komunitas pedesaan Vietnam. Dusun ini mungkin juga memiliki kepentingan lokal yang terkait dengan adat istiadat daerah atau sejarah perang, tergantung pada lokasinya.