Puluhan rumah di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, dilalap api pada dini hari tadi. Empat korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis.
“Ada empat korban luka yang telah ditangani oleh tim medis. Luka-luka tersebut meliputi lecet di kaki, kemungkinan akibat upaya evakuasi, dan luka bakar ringan yang tidak serius karena penanganan yang cepat,” kata lurah Kelurahan Kesawan.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran.
“Saat ini, tidak ada korban jiwa, dan penyelidikan terus dilakukan untuk menentukan asal usul api,” tambahnya.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan telah mendirikan pos pengungsian untuk puluhan warga yang terdampak.
“Kami telah menerima bantuan dari BPBD Kota Medan, berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Medan, dan menyediakan dua unit toilet umum bergerak. Tim medis dari puskesmas setempat juga telah tiba,” jelasnya.
Menurut BPBD Medan, kebakaran terjadi pada pukul 03.20 WIB di Jalan Putri Hijau, Lingkungan 10, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Sekitar 29 rumah terdampak, dengan 90% di antaranya hancur dilalap api.
Kelurahan Kesawan
Kelurahan Kesawan, yang terletak di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, adalah kawasan bersejarah yang dikenal dengan arsitektur kolonial dan signifikansi budayanya. Dulunya merupakan pusat perdagangan pada masa kolonial Belanda, kawasan ini memiliki bangunan-bangunan yang terawat baik seperti Rumah Tjong A Fie, yang mencerminkan warisan multikultural Medan. Saat ini, tempat ini menjadi lokasi yang dinamis yang memadukan sejarah, perdagangan, dan tradisi lokal.
Kecamatan Medan Barat
Kecamatan Medan Barat adalah kawasan perkotaan yang dinamis di Medan, Indonesia, yang dikenal dengan relevansi komersial dan budayanya. Secara historis, kawasan ini berkembang sebagai pusat ekonomi penting pada masa kolonial, dengan pengaruh arsitektur Belanda dan perdagangan. Saat ini, kawasan ini memadukan bisnis modern, pasar, dan monumen seperti Rumah Tjong A Fie, yang mencerminkan warisan multikultural Medan.
Kota Medan
Kota Medan, yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia, adalah kota terbesar keempat di negara ini dan pusat budaya serta ekonomi yang dinamis. Didirikan pada abad ke-16, kota ini tumbuh pesat pada masa kolonial Belanda sebagai pusat perkebunan tembakau dan karet. Saat ini, Medan dikenal karena keragaman budayanya, tercermin dalam monumen seperti Istana Maimun dan Masjid Raya Medan, yang memadukan pengaruh Melayu, Tionghoa, India, dan Eropa.
Jalan Putri Hijau
Jalan Putri Hijau, yang terletak di Medan, Indonesia, dinamai berdasarkan legenda putri Melayu Putri Hijau, tokoh sentral dalam cerita rakyat setempat. Jalan ini mencerminkan kekayaan warisan budaya kota, dengan monumen bersejarah dan arsitektur kolonial di sekitarnya. Kawasan ini adalah daerah yang dinamis yang memadukan tradisi dan kehidupan perkotaan modern di ibu kota Sumatera Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan adalah lembaga pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas pencegahan, mitigasi, dan tanggap darurat di Medan, Indonesia. Didirikan untuk menangani bencana alam dan bencana akibat ulah manusia seperti banjir, kebakaran, dan gempa bumi, BPBD Medan mengoordinasikan program kesiapsiagaan, bantuan kemanusiaan, dan ketahanan masyarakat. Lembaga ini memainkan peran kunci dalam melindungi warga dan infrastruktur, bekerja sama dengan lembaga nasional dan LSM.
Dinas Lingkungan Hidup Medan
Dinas Lingkungan Hidup Medan adalah lembaga pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas perlindungan lingkungan, pengendalian polusi, dan pembangunan berkelanjutan di kota. Dibentuk untuk menghadapi tantangan lingkungan perkotaan, dinas ini menerapkan kebijakan dan program untuk meningkatkan kualitas udara dan air, pengelolaan sampah, dan inisiatif ramah lingkungan. Pekerjaannya mencerminkan upaya Indonesia dalam menyeimbangkan urbanisasi dengan konservasi lingkungan.
Puskesmas
Puskesmas adalah fasilitas komunitas yang menyediakan layanan medis esensial, seperti perawatan primer, vaksinasi, dan pendidikan kesehatan. Puskesmas biasanya melayani populasi rentan dan berakar pada inisiatif kesehatan masyarakat abad ke-20, terutama dengan perluasan program komunitas. Saat ini, puskesmas sangat penting dalam mempromosikan akses terhadap perawatan kesehatan yang terjangkau.