Selamat tinggal Sanbooks: 42 tahun menjaga kebanggaan toko buku di Suginami, Hamadayama.
Toko buku lingkungan lainnya menghilang.
· “Sun Books Hamadayama” (Hamadayama 3-chome), yang terletak di depan Stasiun Hamadayama, akan tutup pada 14 Agustus. Dikenal karena koleksi buku humaniora dan sastra yang luas, serta pameran tematik dari penerbit, toko buku unik ini telah dicintai selama lebih dari 40 tahun.
“Saya tidak bisa berdiam diri setelah mendengar berita ini”, “Saya harus membeli satu buku terakhir”.
Sejak pengumuman penutupan pada pertengahan Juli, pelanggan setia terus berdatangan. Perwakilan toko berkomentar: “Alasan penutupan adalah kesulitan keuangan. Tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa begitu banyak orang menghargai tempat ini. Mereka benar-benar bergantung pada kami.”
Dekat pintu masuk, “rak pameran” menampilkan buku-buku dari penerbit Shoshi Kankanbo. Di samping mesin kasir terdapat “buku yang kami harap laku dan buku baru”, dan di sebelahnya ada rak “belajar dari sejarah”. Toko seluas 65 meter persegi dengan suasana khasnya ini dipenuhi sekitar 19.000 buku dan majalah.
Toko buku ini pertama kali dibuka…
Sun Books Hamadayama
Sun Books Hamadayama adalah toko buku independen yang menawan yang terletak di lingkungan Hamadayama, Suginami, Tokyo. Didirikan pada tahun 1970-an, toko ini telah menjadi pusat budaya yang sangat dicintai, dikenal karena koleksi bukunya yang terkurasi, suasananya yang nyaman, dan acara komunitasnya. Toko ini mencerminkan budaya sastra Tokyo yang dinamis dan berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi pecinta buku dan warga setempat.
Stasiun Hamadayama
Stasiun Hamadayama adalah stasiun kereta kecil yang terletak di Suginami, Tokyo, dioperasikan oleh Keiō Corporation. Dibuka pada tahun 1916 sebagai bagian dari Jalur Keiō, stasiun ini terutama melayani kawasan perumahan Hamadayama. Stasiun ini dikenal dengan suasananya yang tenang dan lokal, serta kedekatannya dengan taman dan kuil, seperti Kuil Hachiman Hamadayama di dekatnya.
Shoshi Kankanbo
“Shoshi Kankanbo” merujuk pada sebuah situs bersejarah di Jepang yang terkait dengan periode Edo (1603-1868), yang dikenal sebagai pos pemeriksaan atau stasiun penghalang (関所, *sekisho*) di Jalur Kiso, bagian dari rute Nakasendō. Pos-pos ini digunakan oleh Keshogunan Tokugawa untuk memantau dan mengontrol perjalanan, terutama untuk mencegah penyelundupan senjata dan pergerakan perempuan (untuk menegakkan kebijakan sandera). Saat ini, Shoshi Kankanbo adalah sebuah landmark budaya yang memberikan informasi tentang sistem transportasi dan keamanan era Edo.