Seorang karyawan pabrik tahu berusia 54 tahun di Parung Serab, Ciledug, Kota Tangerang, ditemukan tewas mengapung di Sungai Angke dekat tempat kerjanya.

Kecurigaan awal menunjukkan bahwa korban tenggelam setelah terpeleset di kamar mandi yang terletak di tepi sungai.

Pemilik pabrik tahu, yang juga merupakan keponakan korban, awalnya mengira pria itu sudah pulang ke kampung halamannya.

Sejak subuh, korban tidak terlihat dan, sebelum ditemukan tewas, ia sempat mengeluh sakit di kakinya karena asam urat.

“Saya kira dia sudah pulang kampung karena sakit, tapi dia tidak menjawab panggilan atau pesan saya. Sekitar pukul 07.30 WIB, saya bertanya kepada orang lain, tetapi tidak ada yang melihatnya juga,” kata pemilik pabrik.

Keluarga melakukan pencarian tanpa hasil. Sekitar pukul 13.00 WIB, pemilik menerima kabar bahwa sesosok mayat ditemukan di sungai dekat pabrik.

Penemuan itu mengejutkan warga setempat. Karena curiga itu pamannya, pemilik bergegas ke lokasi untuk memastikan.

“Pukul 14.30 WIB, setelah verifikasi polisi, dipastikan bahwa mayat itu adalah milik Pak Rohman, seorang karyawan dan kerabat yang bekerja di sini,” ujarnya.

Menurut pemilik, korban kemungkinan jatuh ke sungai saat pergi ke kamar mandi. Hal ini didukung oleh pernyataan awal dari Polsek Ciledug berdasarkan rekaman CCTV pabrik.

“Semua barang bukti (CCTV) sudah diamankan polisi. Mereka menduga ini adalah kecelakaan yang disebabkan terpeleset di kamar mandi,” tambahnya.

Sementara itu, seorang warga berusia 41 tahun yang pertama kali menemukan mayat tersebut mengatakan bahwa korban ditemukan dalam posisi tengkurap mengapung di sungai sekitar tengah hari saat ia sedang memeriksa kebun pisangnya.

Karena curiga itu adalah mayat manusia, ia segera melaporkannya ke ketua RT setempat. Setelah verifikasi, dipastikan itu adalah jenazah dan pihak berwenang diberitahu.

“Saat dievakuasi, ada yang mengenali korban sebagai karyawan pabrik tahu di dekat sini. Polisi mengevakuasi jenazah ke RSUD Tangerang,” ucapnya.

Sungai Angke

Sungai Angke adalah jalur air bersejarah di Jakarta, Indonesia, yang awalnya digunakan untuk transportasi dan irigasi pada era kolonial Belanda. Namanya, yang berarti “Sungai Merah”, konon berasal dari pembantaian etnis Tionghoa selama pemberontakan Batavia pada tahun 1740. Saat ini, sungai tersebut menghadapi tantangan polusi dan urbanisasi, namun tetap menjadi bagian signifikan dari lanskap budaya dan lingkungan Jakarta.

Polsek Ciledug

“Polsek Ciledug” merujuk pada kantor polisi sektor di Ciledug, sebuah kecamatan di Tangerang, Indonesia. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat keamanan masyarakat dan penegakan hukum di wilayah tersebut, meskipun tidak ada detail sejarah yang terdokumentasi secara luas mengenai pendiriannya. Polsek ini memainkan peran kunci dalam menjaga ketertiban di Ciledug, mencerminkan sistem kepolisian Indonesia yang lebih luas.

Kota Tangerang

Kota Tangerang, yang terletak di provinsi Banten, Indonesia, adalah wilayah yang signifikan secara historis yang dikenal sebagai “Kota Seribu Industri” karena industrialisasinya yang pesat. Kota ini memiliki warisan budaya yang kaya, termasuk Museum Benteng Heritage, yang menyoroti sejarah Tionghoa-Indonesia dan peninggalan Benteng Tangerang dari abad ke-17. Saat ini, Tangerang merupakan pusat ekonomi penting di dekat Jakarta, yang melestarikan tradisi seperti festival tahunan Peh Cun.

RSUD Tangerang

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang adalah rumah sakit publik yang berlokasi di Tangerang, Banten, Indonesia, yang berfungsi sebagai penyedia layanan kesehatan utama di wilayah tersebut. Didirikan untuk memenuhi kebutuhan medis yang terus meningkat di daerah ini, rumah sakit ini menawarkan layanan mulai dari kegawatdaruratan hingga perawatan spesialis. Meskipun detail sejarahnya terbatas, rumah sakit ini memainkan peran penting dalam infrastruktur kesehatan lokal.