
Di banyak lingkungan kerja, stres tidak selalu datang dengan cara yang jelas; mungkin tidak ada masalah spesifik atau konflik langsung akibat beban kerja atau manajemen yang buruk.
Terkadang stres merayap masuk secara diam-diam: suasana tegang tanpa alasan yang jelas, perasaan aneh bahwa ada sesuatu yang tidak terkendali, sementara pekerjaan berjalan normal. Pada saat yang sama, antusiasme menurun dan tekanan meningkat tanpa ada yang mengerti mengapa.
Masalahnya belum tentu pekerjaan itu sendiri; bisa jadi terletak pada hal-hal paling sederhana, seperti kebiasaan yang Anda lakukan setiap hari. Meskipun detail kecil, efeknya menumpuk seiring waktu.
>Para ahli komunikasi dan organisasi mengungkapkan 12 kebiasaan umum yang menjadi penyebab paling utama stres dan suasana tegang di antara rekan kerja.
Artikel ini menyebutkan situasi yang bukan luar biasa, melainkan kejadian sehari-hari yang berulang. Seiring waktu, hal-hal tersebut tidak lagi sekadar gangguan kecil, tetapi berubah menjadi celah dalam kepercayaan dan rasa kelelahan yang semakin besar dalam tim.
Penyebab Utama Stres di Tempat Kerja
- Email Panjang dan Tidak Jelas: Menulis email panjang tanpa tujuan yang jelas, sehingga rekan kerja Anda menghabiskan waktu berjam-jam mencoba memahami apa yang sebenarnya diminta. Oleh karena itu, aturannya sederhana: sampaikan yang penting dan selesai, sisanya tunggu saat dibutuhkan.
- Respon yang Tertunda: Menunda menjawab meskipun Anda terlihat online, yang menciptakan ruang untuk interpretasi.
- Judul Email yang Tidak Jelas: Menggunakan judul email seperti “Penting” atau “Cepat.” Tapi penting atau cepat tentang apa? Hal ini menyebabkan pesan ditunda atau disalahpahami.
- Mengencerkan Kritik: Melembutkan kritik hingga maknanya hilang karena kebaikan, sehingga pihak lain akhirnya tidak mengerti di mana letak kesalahannya sejak awal.
- Rapat yang Tidak Jelas: Mengundang rekan kerja ke rapat yang tidak jelas, sehingga seorang karyawan dipanggil ke rapat tanpa tahu mengapa mereka datang, duduk dan mendengarkan, lalu pergi tanpa mengetahui hasilnya.
- Menularkan Stres: Emosi menyebar dengan cepat dalam tim tanpa kata-kata: dari nada tegang, keluhan terus-menerus, atau frustrasi yang terlihat.
- Mengabaikan Aturan Komunikasi Tim: Dari nada tegang, keluhan terus-menerus, atau frustrasi yang terlihat, Anda mungkin mengabaikan aturan komunikasi tim.
- Rapat yang Tidak Teratur: Berbicara bertele-tele sehingga waktu terbuang tanpa ada keputusan yang diambil, meninggalkan rekan kerja dengan satu perasaan: “Kenapa saya ada di sini?”
- Kebisingan yang Mengganggu: Bersuara keras, melakukan panggilan panjang, atau sering berkomentar tentang apa pun. Ini adalah detail kecil tetapi terus-menerus memecah konsentrasi orang lain.
- Terlalu Banyak Berbagi Detail: Terlalu banyak bicara tentang kehidupan pribadi dapat menciptakan beban bagi orang lain dan menempatkan mereka pada posisi “pendengar paksa.” Tidak semua yang kita rasakan harus diucapkan di tempat kerja.
- Pesan “Halo” yang Diam: Memulai hari Anda dengan pesan yang bertuliskan “Halo” lalu diam. Beberapa detik itu cukup untuk menanamkan stres pada pihak lain: Apa yang kamu mau? Ada masalah?
“Rekan Kerja Saya Membenci Saya dalam Diam”
Pengguna media sosial memberikan komentar tentang 12 poin ini. Di satu platform, seorang pengguna menulis: “Saya pikir kebiasaan ini tidak mengganggu semua orang; tergantung pada jenis pekerjaannya.”
Pengguna lain berkomentar di platform yang sama, mengatakan: “Memang, seseorang harus memantau tindakan dan kata-katanya.”