Anggota DPR dari Kongres, Praniti Shinde, membuat klaim besar dalam kasus Ashok Kharat. Ia memperingatkan bahwa Kharat bahkan bisa dibunuh dalam sebuah ‘tembak mati di tempat’ untuk menyembunyikan kebenaran, sehingga memicu kehebohan politik. Baca apa sebenarnya masalah ini.

Sebuah pernyataan politik penting muncul dalam sebuah acara yang diselenggarakan pada peringatan 135 tahun kelahiran Bharat Ratna Dr. Babasaheb Ambedkar. Saat memberikan penghormatan, anggota DPR dari Kongres, Praniti Shinde, membuat klaim yang memanaskan seluruh suasana politik. Dalam pidatonya, ia menggambarkan kasus yang terkait dengan dugaan baba palsu Ashok Kharat sebagai sangat serius. Shinde mengindikasikan bahwa banyak pengungkapan mengejutkan dalam kasus ini masih menunggu.

Bharat Ratna Dr. Babasaheb Ambedkar

Bharat Ratna Dr. Babasaheb Ambedkar merujuk pada Dr. Bhimrao Ramji Ambedkar (1891–1956), seorang arsitek utama Konstitusi India dan pembaharu sosial terkemuka yang memperjuangkan hak-hak kaum Dalit dan kaum tertindas. Lahir dari komunitas yang terpinggirkan, ia mengatasi diskriminasi besar untuk menjadi Menteri Hukum pertama India, mengabdikan hidupnya untuk melawan ketidaksetaraan sosial dan praktik tak tersentuh. Ia dianugerahi penghargaan sipil tertinggi India, Bharat Ratna, secara anumerta, dan dikenang di seluruh dunia sebagai simbol keadilan dan martabat manusia.