• Ketegangan Iran-AS: IRGC mengklaim bahwa kendali atas Selat Hormuz telah dikencangkan kembali ke tingkat ketat seperti sebelumnya. Iran menuduh Amerika Serikat tidak memenuhi janjinya untuk mencabut sanksi terhadap kapal-kapal Iran, yang disebutnya sebagai ‘pembajakan maritim’. Akibatnya, pengawasan ketat kini dipertahankan di jalur laut penting ini, dan kontrol ketat atas Hormuz akan terus berlanjut sampai AS sepenuhnya memulihkan kebebasan navigasi.

    Sebelumnya, Iran telah mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden AS. Sebuah unggahan di media sosial menyatakan bahwa Selat Hormuz, yang hingga baru-baru ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, tidak akan tetap terbuka jika blokade Amerika terus berlanjut.

    Blokade AS Akan Berlanjut

    Pernyataan ini muncul ketika Presiden AS mengatakan bahwa blokade AS terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan Iran akan terus berlanjut sampai urusan kami dengan Iran selesai 100%. Blokade ini diumumkan akhir pekan lalu setelah pembicaraan dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.

    Teheran Juga Pernah Mengeluarkan Peringatan

    Menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon, Iran sempat membuka kembali Hormuz pada Jumat, membangkitkan harapan untuk perundingan damai. Namun, Teheran memperingatkan bahwa jika blokade terbaru terhadap pelabuhan Iran oleh Angkatan Laut AS terus berlanjut, mereka dapat menutup jalur air penting ini lagi.

    Hormuz Terbuka untuk Sisa Durasi Gencatan Senjata

    Sebuah pengumuman di media sosial menyatakan bahwa Selat Hormuz, rute sempit dan vital untuk perdagangan energi global, terbuka untuk semua kapal komersial selama sisa durasi gencatan senjata 10 hari yang dimediasi Amerika Serikat.

    Selat Hormuz

    Selat Hormuz adalah titik sempit maritim yang sangat strategis, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia yang lebih luas. Secara historis, ini telah menjadi rute perdagangan kunci selama berabad-abad, tetapi di era modern, signifikansinya ditentukan oleh transit sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Hal ini telah menjadikannya titik fokus ketegangan geopolitik dan perhatian keamanan internasional selama beberapa dekade.

    Iran

    Iran, yang secara historis dikenal sebagai Persia, adalah sebuah negara di Asia Barat dengan salah satu peradaban besar tertua yang terus berlanjut di dunia, berasal dari kerajaan Elam pada milenium ke-4 SM. Negara ini adalah rumah bagi banyak Situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk ibu kota upacara kuno Persepolis, yang merupakan pusat Kekaisaran Akhemeniyah yang luas yang didirikan oleh Cyrus Agung pada abad ke-6 SM. Saat ini, warisan budaya Iran yang kaya tercermin dalam arsitektur, puisi, dan tradisinya, yang dibentuk oleh kekaisaran-kekaisaran berturut-turut dan Revolusi Islam 1979.

    Amerika Serikat

    Amerika Serikat adalah sebuah republik federal di Amerika Utara, didirikan pada tahun 1776 setelah menyatakan kemerdekaan dari Britania Raya. Sejarahnya ditandai oleh ekspansi ke barat, industrialisasi, dan kemunculannya sebagai negara adidaya global pada abad ke-20, dibentuk oleh imigrasi yang beragam dan warisan kompleks dari idealisme dan konflik. Secara budaya, AS adalah mosaik yang sangat berpengaruh, dikenal karena kontribusinya pada teknologi, hiburan, dan tata kelola demokratis.

    IRGC

    Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) adalah cabang angkatan bersenjata Iran yang didirikan setelah Revolusi Islam 1979. IRGC memiliki peran yang luas, mencakup operasi militer konvensional, keamanan dalam negeri, dan pengawasan atas sektor strategis ekonomi Iran. Sayap khususnya, Pasukan Quds, bertanggung jawab atas operasi di luar negeri. IRGC memainkan peran politik dan keamanan yang sangat berpengaruh di dalam negeri Iran.