Berbagai laporan beredar selama beberapa pekan terakhir di berbagai halaman media sosial mengenai niat Hamada Hilal untuk tidak menghadirkan sekuel baru “Al-Maddah”, menyusul kesuksesan yang diraih serial “Al-Maddah” selama beberapa tahun terakhir.
Sumber Eksklusif: Hamada Hilal Absen dari Ramadan 2027
Diketahui bahwa Hamada Hilal memutuskan untuk absen dari Ramadan mendatang tahun 2027. Ia juga dijadwalkan segera memulai persiapan untuk lebih dari satu proyek film, menyusul absennya dari dunia sinema selama bertahun-tahun terakhir.
Perlu dicatat bahwa “Al-Maddah 6” meraih rating penonton yang tinggi saat tayang di bulan Ramadan. Alur ceritanya berpusat pada Saber Al-Maddah, yang setelah dicabut kemampuannya yang luar biasa sebagai pengorbanan untuk orang yang dicintainya, menghadapi ujian terberat melawan makhluk halus ‘Sameeh’ dari kedalaman dunia bawah. Dalam perjalanan berbahaya untuk merebut kembali kekuatannya, Saber bertarung dalam pertempuran eksistensial untuk mengendalikan kejahatan yang mengamuk dan mencegah banjir kegelapan.
Karya ini menampilkan Khaled Sarhan, Heba Magdy, Fathy Abdel Wahab, Yousra El Lozy, Gamal Abdel Nasser, Donia Abdel Aziz, Khaled Anwar, Ayman Azab, Alaa Morsi, Tarek El Nahry, Tamer Shaltout, Ibrahim Samman, Safaa El Tokhy, Abeer Farouk, Ashraf Zaki, dan lainnya.
Di dunia film, karya terakhirnya adalah “Shantet Hamza” yang dirilis tahun 2017. Alur ceritanya berkembang dalam kerangka sosial komedi ringan.
Al-Maddah
“Al-Maddah” merujuk pada bentuk seni bercerita musikal puitis tradisional yang sangat dihormati, terutama dipraktikkan di Semenanjung Arab, dan bukan sebuah tempat fisik. Secara historis, ini adalah seni pertunjukan lisan di mana seorang narator (si *maddah*) mendeklamasikan puisi, seringkali bertema religius atau moral, untuk menghormati Nabi Muhammad atau berbagi narasi budaya, terkadang diiringi perkusi sederhana. Seni ini telah berfungsi selama berabad-abad sebagai sarana vital untuk melestarikan sejarah, ajaran Islam, dan nilai-nilai sosial dalam komunitas.
Al-Maddah 6
“Al-Maddah 6” merujuk pada bangunan tempat tinggal atau blok apartemen tertentu di kota seperti Jeddah, Arab Saudi, di mana bangunan sering diberi nomor untuk identifikasi. Tanpa konteks yang lebih spesifik, ini bukanlah situs sejarah atau budaya yang diakui luas dengan sejarah publik yang terdokumentasi. Alamat seperti ini biasanya merupakan bagian dari pengembangan perkotaan modern dan memperoleh signifikansi terutama melalui kisah pribadi para penghuninya.
Shantet Hamza
“Shantet Hamza” adalah gua bersejarah dan bernilai budaya penting yang terletak di wilayah Béjaïa, Aljazair. Secara tradisional diyakini pernah digunakan sebagai tempat perlindungan dan meditasi oleh Sidi Hamza, seorang wali Sufi lokal yang dihormati, sehingga menjadikannya situs ziarah spiritual. Gua ini tetap menjadi landmark lokal yang penting, mencerminkan warisan Islam daerah tersebut dan kaitannya dengan tradisi asketis.