Diumumkan bahwa kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) pertama telah tiba di Pelabuhan Marsa al-Brega sejak 2017. Langkah ini digambarkan sebagai hal penting untuk meningkatkan stabilitas pasokan gas elpiji di pasar lokal dan memenuhi kebutuhan warga dalam periode mendatang.

Dijelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal bernama “Gas Houston” itu tiba dengan muatan sekitar seribu ton metrik gas elpiji, setara dengan kurang lebih 11.300 barel, yang seluruhnya dialokasikan untuk memenuhi permintaan lokal. Ini merupakan bagian dari rencana untuk memastikan kelangsungan pasokan dan mengurangi potensi hambatan.

  • Kapal bermuatan sekitar seribu ton metrik gas elpiji

Disebutkan bahwa operasi ini merupakan hasil koordinasi bersama antara Brega Oil Marketing Company dan Sirte Oil and Gas Production and Manufacturing Company, yang bertujuan untuk mengaktifkan kembali peran vital dan strategis Pelabuhan Brega setelah bertahun-tahun tidak ada kedatangan kapal pengangkut gas.

  • Persiapan infrastruktur secara menyeluruh di dalam pelabuhan

Kapal tersebut disambut dengan kehadiran sejumlah pejabat dan ahli di sektor minyak, setelah penyelesaian pekerjaan perawatan dan persiapan menyeluruh pada infrastruktur di dalam pelabuhan yang dilakukan oleh tim teknis Sirte Company. Pekerjaan ini mencakup perawatan tangki gas utama (TK 1255 dan TK 1256), serta pembaruan jalur pemuatan, jalur pengembalian yang terkait dengan dermaga, dan sistem transfer gas.

Pekerjaan ini juga melibatkan penerapan modifikasi teknis mutakhir yang bertujuan meningkatkan tingkat keselamatan dan keamanan di lokasi bongkar muat, sesuai dengan standar teknis yang disetujui di sektor minyak dan gas. Hal ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi proses operasional di dalam pelabuhan.

  • Penerimaan kapal pengangkut gas dilanjutkan setelah terhenti hampir sembilan tahun

Ditegaskan bahwa dilanjutkannya kembali penerimaan kapal pengangkut gas setelah terhenti hampir sembilan tahun mencerminkan keberhasilan upaya rehabilitasi fasilitas vital dan peningkatan efisiensi infrastruktur. Hal ini berkontribusi mendukung perekonomian nasional dan meningkatkan stabilitas pasar lokal.

  • Awal fase baru aktivitas di Pelabuhan Brega

Ditambahkan bahwa langkah ini menandai awal fase baru aktivitas di Pelabuhan Brega, dengan rencana ke depan untuk terus mengembangkan fasilitas dan meningkatkan kapasitas operasional. Hal ini untuk memastikan kelancaran arus pasokan dan memenuhi permintaan gas elpiji yang terus meningkat di berbagai wilayah.

Pelabuhan Marsa al-Brega

Marsa al-Brega adalah pelabuhan minyak utama dan kota industri di Teluk Sirte, Libya. Secara historis, kota ini dikembangkan pada tahun 1960-an di sekitar kilang minyak pertama Libya, yang didirikan untuk mengolah dan mengekspor minyak mentah dari ladang gurun terdekat. Hingga kini, tempat ini tetap menjadi pusat penting bagi industri perminyakan negara.

Brega Oil Marketing Company

Brega Oil Marketing Company adalah perusahaan milik negara Libya yang bertanggung jawab atas distribusi dan pemasaran produk minyak bumi di dalam Libya. Perusahaan ini didirikan sebagai bagian dari nasionalisasi industri minyak negara tersebut setelah revolusi 1969, dan memainkan peran kunci dalam mengelola rantai pasokan bahan bakar domestik yang berasal dari sumber daya hidrokarbon signifikan Libya.

Sirte Oil and Gas Production and Manufacturing Company

Sirte Oil and Gas Production and Manufacturing Company adalah perusahaan milik negara utama Libya yang beroperasi di Cekungan Sirte yang kaya hidrokarbon. Perusahaan ini didirikan pada akhir abad ke-20, setelah nasionalisasi industri minyak Libya, untuk mengelola eksplorasi, produksi, dan penyulingan di wilayah yang secara historis vital bagi perekonomian negara. Operasi perusahaan ini sangat terdampak oleh konflik dan ketidakstabilan di Libya sejak 2011.

Pelabuhan Brega

Pelabuhan Brega adalah terminal ekspor minyak utama yang terletak di Teluk Sidra, Libya. Secara historis, pelabuhan ini dikembangkan di sekitar kilang minyak Marsa al-Brega, yang merupakan kilang pertama Libya, dibangun pada tahun 1960-an setelah penemuan cadangan minyak bumi yang signifikan. Pelabuhan ini telah menjadi pusat ekonomi yang strategis dan vital bagi sektor energi negara.