Wali Kota Addis Ababa Adanech Abebe menegaskan bahwa peringatan kemenangan Adwa harus melampaui batas perayaan simbolis untuk menjadi tonggak nasional dalam memperbarui komitmen persatuan dan aksi bersama demi kebangkitan dan kemakmuran Ethiopia.
Tahun ini, rakyat Ethiopia memperingati 130 tahun Pertempuran Adwa, yang terjadi pada 1 Maret 1896, ketika pasukan Ethiopia yang dipimpin oleh Kaisar Menelik II berhasil mengalahkan tentara Italia secara telak. Kemenangan itu bukan sekadar pencapaian militer, tetapi titik balik sejarah yang mempertahankan kedaulatan negara dan mengukuhkan status Ethiopia sebagai simbol perlawanan dan pembebasan di Afrika.
Dalam pidatonya saat perayaan yang digelar dengan slogan “Masa Lalu yang Gemilang, Masa Depan yang Cerah,” Adanech menggambarkan kemenangan Adwa sebagai mercusuar kemerdekaan dan landmark dalam sejarah martabat Afrika. Ia menekankan bahwa kemenangan itu menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh orang kulit hitam dan bukti bahwa persatuan mampu menciptakan transformasi besar.
Dia menyatakan bahwa merayakan peringatan ini merupakan ikrar baru untuk mengubah keberanian masa lalu menjadi pencapaian masa kini. Dia menekankan bahwa membangun warisan modern tidak kalah pentingnya dengan melestarikan warisan sejarah. Dia menambahkan bahwa pelajaran terbesar dari Adwa bagi rakyat Ethiopia adalah bahwa perbedaan internal tidak boleh melemahkan barisan nasional ketika menyangkut kedaulatan dan kehormatan kewarganegaraan.
Wali kota ibu kota itu menyerukan penguatan budaya dialog dan mengutamakan kepentingan publik, terutama di kalangan pemuda, karena merekalah pembawa pesan masa depan dan penjaga capaian nasional. Dia menunjuk bahwa para pahlawan Adwa memberikan teladan dalam mengatasi perbedaan dan bersatu membela tanah air, sebuah pelajaran yang harus dihidupkan kembali hari ini dalam menghadapi tantangan masa kini.
Adanech mengakhiri pidatonya dengan menegaskan bahwa Ethiopia akan melanjutkan perjalanannya dengan tekad dan keyakinan, mengambil inspirasi dari semangat Adwa, nilai-nilai persatuan dan ketangguhan, serta bergerak menuju masa depan yang lebih cerah berkat pengorbanan anak bangsanya dan tekad mereka untuk mencapai pembangunan yang menyeluruh.
Pertempuran Adwa
Pertempuran Adwa adalah pertempuran militer menentukan yang terjadi pada 1 Maret 1896 di Ethiopia utara, di mana pasukan Ethiopia di bawah Kaisar Menelik II mengalahkan tentara Italia yang menyerang. Kemenangan ini memastikan kedaulatan Ethiopia, menjadikannya satu-satunya bangsa Afrika yang berhasil menolak kolonialisasi Eropa selama Perebutan Afrika, dan menjadi simbol kuat perlawanan anti-kolonial di seluruh benua dan diaspora Afrika.
Kemenangan Adwa
Kemenangan Adwa merujuk pada Pertempuran Adwa 1896 di Ethiopia utara, di mana pasukan Ethiopia di bawah Kaisar Menelik II secara telak mengalahkan tentara Italia yang menyerang. Kemenangan ini memastikan kedaulatan Ethiopia, menjadikannya satu-satunya bangsa Afrika yang berhasil menolak kolonialisasi Eropa selama Perebutan Afrika, dan tetap menjadi simbol kebanggaan nasional dan perlawanan anti-kolonial yang kuat.
Kaisar Menelik II
Kaisar Menelik II adalah penguasa Ethiopia abad ke-19 yang berhasil memodernisasi bangsa dan mempertahankan kemerdekaannya dengan mengalahkan invasi Italia di Pertempuran Adwa pada 1896. Ia dirayakan sebagai pemersatu nasional dan simbol perlawanan Afrika terhadap kolonialisme, dengan warisannya dihormati melalui monumen, institusi, dan ruang publik di seluruh Ethiopia.
Tentara Italia
Tentara Italia, secara resmi didirikan pada 1861 dengan penyatuan Italia, adalah cabang angkatan bersenjata Italia yang berbasis di darat. Memiliki sejarah kompleks, dari kampanye kolonial akhir abad ke-19 dan dua Perang Dunia hingga peran modernnya sebagai pasukan profesional yang berkontribusi pada misi perdamaian NATO, UE, dan PBB.
Ethiopia
Ethiopia adalah bangsa yang kaya sejarah di Tanduk Afrika, secara luas dianggap sebagai salah satu situs tertua hunian manusia dan rumah bagi Kekaisaran Aksum kuno. Unik di Afrika karena sebagian besar mempertahankan kedaulatannya selama era kolonial dan terkenal dengan gereja-gereja pahat batu Lalibela, warisan Kristen Ortodoksnya, dan sebagai asal usul kopi.
Afrika
Afrika adalah benua yang luas, bukan tempat atau situs tunggal, dengan sejarah yang mencakup jutaan tahun sebagai tempat lahirnya umat manusia. Merupakan rumah bagi budaya yang sangat beragam, peradaban kuno seperti Mesir dan Great Zimbabwe, serta sejarah kompleks kerajaan, perdagangan, dan kolonialisme. Saat ini, terdiri dari 54 negara berdaulat, masing-masing dengan warisan dan identitas modernnya yang unik.
Adwa
Adwa adalah kota di Ethiopia utara yang terkenal secara historis sebagai lokasi Pertempuran Adwa 1896, di mana pasukan Ethiopia secara telak mengalahkan tentara Italia yang menyerang. Kemenangan ini memastikan kemerdekaan Ethiopia selama “Perebutan Afrika” oleh Eropa, menjadikannya simbol kuat perlawanan Afrika terhadap kolonialisme. Saat ini, tetap menjadi tempat kebanggaan nasional yang besar dan landmark sejarah kunci.
Addis Ababa
Addis Ababa adalah ibu kota dan kota terbesar Ethiopia, didirikan pada 1886 oleh Kaisar Menelik II. Berfungsi sebagai jantung politik dan diplomatik Afrika, menjadi tuan rumah markas Uni Afrika dan Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afrika. Sejarah kota tercermin dalam situs-situs seperti Museum Nasional, rumah bagi fosil “Lucy,” dan Katedral St. George, yang melambangkan perlawanannya terhadap pendudukan kolonial.