Komite BBM DPR Ungkap Penyebab Kelangkaan dan Rencana Stabilisasi Pasar.
Benghazi – Komite Tindak Lanjut Krisis Bahan Bakar dan Minyak Bumi Dewan Perwakilan Rakyat mengeluarkan pernyataan resmi yang mengungkap alasan teknis di balik kemacetan yang terjadi di SPBU di beberapa wilayah Libya. Mereka menegaskan bahwa krisis ini bukanlah rekayasa dan langkah-langkah mendesak sedang diambil untuk mengatasinya serta memastikan stabilitas pasokan.
Pernyataan itu menjelaskan bahwa peran Perusahaan Pemasaran Minyak Brega hanya terbatas pada pemasaran lokal produk minyak bumi, sementara pasokannya berasal dari kilang internasional melalui Departemen Pemasaran Internasional di Perusahaan Minyak Nasional. Dijelaskan pula bahwa tinjauan terhadap pengiriman untuk tahun 2025 dan awal 2026 mengungkap bahwa kemacetan bukan disebabkan masalah operasional, melainkan karena pengurangan jumlah kapal tangki pasokan laut, yang dikurangi menjadi 12–13 pengiriman selama Agustus, September, dan Desember 2025. Hal ini menyebabkan penurunan stok cadangan dan tidak adanya margin operasional yang aman.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa setiap penundaan kedatangan kapal tangki atau gangguan pada pelabuhan laut, terutama dalam kondisi musim dingin, berdampak langsung pada keteraturan distribusi harian. Ditegaskan bahwa komite terus bekerja untuk memastikan penambahan setidaknya dua kapal tangki ekstra selama Februari dan Maret guna memulihkan tingkat stok dan mengoperasikan sistem distribusi dengan fleksibilitas yang cukup untuk menangani fluktuasi atau malfungsi potensial.
Komite menekankan dalam pernyataannya bahwa menstabilkan sistem produk minyak bumi memerlukan perencanaan yang bertanggung jawab berdasarkan perkiraan tingkat konsumsi dan membangun stok cadangan permanen.
Disebutkan juga bahwa semua tindakan diambil secara transparan dan bertanggung jawab untuk memastikan keteraturan pasokan, melindungi hak warga negara, dan menjaga sumber daya negara.
Benghazi
Benghazi adalah kota pelabuhan utama di Libya timur, yang secara historis berfungsi sebagai pusat ekonomi dan budaya penting. Kota ini didirikan oleh kolonis Yunani pada abad ke-5 SM dengan nama Euesperides dan kemudian berkembang di bawah kekuasaan Romawi, Bizantium, dan Ottoman. Dalam sejarah modern, kota ini memainkan peran sentral dalam revolusi Libya 2011 dan telah menghadapi konflik serta upaya pembangunan kembali yang signifikan sejak saat itu.
Dewan Perwakilan Rakyat
Dewan Perwakilan Rakyat adalah badan legislatif utama Libya. Setelah jatuhnya rezim Gaddafi pada tahun 2011, DPR dibentuk sebagai lembaga perwakilan rakyat. Namun, operasinya sering terhambat oleh konflik politik dan perpecahan di negara tersebut, dengan otoritasnya diperebutkan oleh berbagai pemerintahan yang saling bersaing.
Perusahaan Pemasaran Minyak Brega
Perusahaan Pemasaran Minyak Brega adalah perusahaan milik negara Libya yang bertanggung jawab atas distribusi, pemasaran, dan ritel produk minyak bumi di dalam negeri. Perusahaan ini didirikan sebagai anak perusahaan kunci dari Perusahaan Minyak Nasional (NOC) setelah nasionalisasi industri minyak Libya pada tahun 1970-an. Perusahaan ini mengoperasikan jaringan luas SPBU dan fasilitas penyimpanan, memainkan peran sentral dalam rantai pasokan energi domestik Libya.
Perusahaan Minyak Nasional
Perusahaan Minyak Nasional (NOC) adalah perusahaan minyak milik negara Libya, didirikan pada tahun 1970 untuk mengawasi dan mengelola sumber daya minyak bumi negara tersebut. NOC didirikan setelah nasionalisasi industri minyak pasca revolusi 1969, yang mengonsolidasikan kendali atas sektor ekonomi paling vital Libya. NOC tetap menjadi pusat perekonomian dan politik Libya, meskipun operasinya sering terganggu oleh konflik dan pemerintahan yang terpecah sejak 2011.
Departemen Pemasaran Internasional
Departemen Pemasaran Internasional adalah badan administratif yang biasanya ditemukan dalam struktur perusahaan atau lembaga pemerintah besar, seperti Perusahaan Minyak Nasional Libya. Tugas utamanya adalah mengelola penjualan dan pemasaran produk (seperti minyak mentah dan produk olahan) di pasar internasional. Keberadaannya terkait dengan perkembangan perdagangan global dan kebutuhan untuk mengelola hubungan dengan pembeli asing serta menyesuaikan dengan dinamika pasar dunia.