Hari Pendirian, Momentum Bangga akan Sejarah dan Warisan Bangsa.
Yang Mulia Pangeran Saud bin Nayef bin Abdulaziz, Gubernur Provinsi Timur, menyampaikan ucapan selamat atas nama dirinya dan masyarakat Provinsi Timur kepada Penjaga Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdulaziz, dan kepada Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz, Putra Mahkota dan Perdana Menteri, dalam rangka peringatan Hari Fondasi Kerajaan, yang jatuh pada tanggal dua puluh dua Februari setiap tahun.
Yang Mulia menyatakan: “Hari Fondasi mengandung kebanggaan dan kehormatan dalam sejarah bangsa tercinta kita. Ini adalah kesempatan untuk merenungkan warisan sejarah dan peradaban aslinya yang mendalam, mengenang pengorbanan para pendahulu yang berkontribusi membangun fondasi bangsa ini, dan mewujudkan nilai-nilai kesetiaan dan rasa memiliki, yang tetap menjadi mercusuar yang membimbing generasi kita menuju masa depan yang cerah dan sejahtera.”
Gubernur Provinsi Timur menambahkan bahwa negara, sejak didirikan tiga abad lalu, telah melangkah jauh menuju pembangunan dan kemajuan, menjadi tempat lahirnya ilmu pengetahuan dan budaya serta titik temu nilai-nilai kemanusiaan. Beliau menegaskan bahwa sejarah Kerajaan bukan sekadar lembaran masa lalu, tetapi bukti hidup dari upaya generasi yang bekerja dengan tulus untuk membangun masyarakat yang bersatu dan aman, mampu menghadapi tantangan dan bergerak maju menuju masa depan yang makmur.
Yang Mulia menekankan bahwa Kerajaan, sejak berdirinya Negara Saudi Pertama oleh Imam Mohammed bin Saud, hingga era kita sekarang di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Kota Suci Raja Salman bin Abdulaziz dan Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz, terus berjalan di jalur kemajuan dan kemakmuran, membawa pesan persatuan dan rasa memiliki, dan selalu bercita-cita untuk masa depan yang layak atas kebesaran bangsa dan sejarahnya yang panjang.
Pangeran Saud bin Nayef mengakhiri dengan doa semoga Allah melindungi bangsa tercinta, melanggengkan atasnya berkah keamanan dan stabilitas, serta memberikan kepada Penjaga Dua Kota Suci dan Putra Mahkota yang setia dukungan dan kesuksesan-Nya dalam melanjutkan perjalanan pembangunan dan mengangkat masa depan Kerajaan.
Provinsi Timur
Provinsi Timur adalah wilayah administratif utama Arab Saudi, terletak di sepanjang Teluk Persia. Wilayah ini memiliki signifikansi sejarah sebagai jantung industri minyak kerajaan, dengan ladang minyak komersial pertama ditemukan di Dammam pada 1938, yang mengubah ekonomi bangsa dan lanskap energi global. Kawasan ini juga memiliki warisan budaya yang kaya, termasuk peradaban Dilmun kuno dan kota kosmopolitan modern, Dhahran.
Dua Kota Suci
Dua Kota Suci merujuk pada **Masjidil Haram** di Mekah dan **Masjid Nabawi** di Madinah, dua situs tersuci dalam Islam. Masjidil Haram, yang menaungi Ka’bah, telah menjadi situs ziarah sejak zaman Nabi Ibrahim, sementara Masjid Nabawi dibangun oleh Nabi Muhammad pada 622 M dan menandai makamnya. Kedua masjid ini terus diperluas selama berabad-abad untuk menampung jutaan jamaah, terutama selama musim haji dan umrah tahunan.
Hari Fondasi
“Hari Fondasi” adalah hari libur nasional di Arab Saudi, diperingati setiap tahun pada 22 Februari untuk mengenang pendirian Negara Saudi Pertama pada 1727 oleh Imam Muhammad bin Saud. Hari libur yang ditetapkan pada 2022 ini menghormati sejarah bangsa yang berakar dalam dan awal pemerintahan di bawah dinasti Al Saud, yang membentuk Kerajaan modern. Hari ini ditandai dengan acara dan perayaan budaya yang menyoroti warisan dan persatuan nasional.
Negara Saudi Pertama
Negara Saudi Pertama, juga dikenal sebagai Keamiran Diriyah, didirikan pada 1744 melalui aliansi antara reformis agama Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan pemimpin politik Muhammad ibn Saud di Arabia tengah. Negara ini dengan cepat memperluas kendalinya melalui kombinasi semangat agama dan penaklukan militer, menetapkan interpretasi ketat Islam sebagai prinsip pemerintahannya. Negara ini akhirnya dihancurkan pada 1818 oleh ekspedisi militer Utsmaniyah-Mesir, yang merebut dan menghancurkan ibukotanya, Diriyah.
Imam Mohammed bin Saud
Imam Mohammed bin Saud adalah pendiri Negara Saudi Pertama pada 1744, yang berawal di kota Diriyah, sekarang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dekat Riyadh. Aliansi historisnya dengan reformis agama Syeikh Mohammed ibn Abdul-Wahhab membentuk entitas politik dan agama yang menjadi fondasi bagi Kerajaan Arab Saudi modern. Saat ini, warisannya dihormati melalui lembaga-lembaga yang menyandang namanya, seperti Universitas Islam Imam Mohammed bin Saud di Riyadh.
Raja Salman bin Abdulaziz
Raja Salman bin Abdulaziz adalah Raja dan Penjaga Dua Kota Suci Arab Saudi saat ini, bukan tempat fisik atau situs budaya. Beliau naik takhta pada 2015 setelah berpuluh tahun menjabat sebagai Gubernur Riyadh dan kemudian sebagai Putra Mahkota. Masa pemerintahannya dikaitkan dengan program Visi 2030 yang ambisius, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi dan memodernisasi masyarakatnya.
Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz
Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz bukanlah tempat atau situs budaya, melainkan Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi. Oleh karena itu, ringkasan tentang suatu lokasi tidak berlaku. Namun, beliau adalah tokoh sejarah kunci dalam Arab Saudi modern, dikenal karena meluncurkan rencana Visi 2030 pada 2016 untuk mendiversifikasi ekonomi kerajaan dan mentransformasi masyarakatnya.
Kerajaan
“Kerajaan” adalah istilah yang terlalu luas untuk tempat atau situs budaya tertentu, karena dapat merujuk pada banyak bangsa historis atau modern (mis., Kerajaan Arab Saudi), dunia fiksi, atau bahkan tempat hiburan. Jika merujuk pada kerajaan historis seperti **Kerajaan Kush** kuno di Nubia, itu adalah peradaban besar di sepanjang Sungai Nil dari sekitar 1070 SM hingga 350 M, dikenal karena kekayaannya, penempaan besi, dan piramidanya. Untuk ringkasan yang lebih akurat, harap tentukan kerajaan atau situs tertentu.