Insiden terjadi di Jalan 70 Tahun Oktober dekat Evskina Boulevard pada siang hari tanggal 10 Agustus, seperti dilaporkan warga setempat kepada polisi.

Mereka juga menyebutkan bahwa pria muda itu memukul kepala wanita lanjut usia tersebut dan berusaha menikamkan tongkat jalan Nordik ke lehernya.

Orang-orang yang berada di sekitar berhasil melindungi wanita lanjut usia itu. Mereka juga menahan pelaku, meski dilaporkan dia melawan, dan memanggil polisi. Selain itu, saksi menyatakan bahwa sebelum melihat serangan terhadap pensiunan itu, mereka melihat pria muda itu berlari dari sebuah halaman dan berteriak bahwa dia dicekik.

Petugas penegak hukum yang tiba di TKP menentukan bahwa seorang warga setempat berusia 24 tahun telah menyerang seorang pejalan kaki. Seorang wanita lanjut usia berusaha menghentikan perkelahian itu dan terluka oleh pelaku. Pensiunan tersebut dibawa ke rumah sakit.

“Warga yang peduli berhasil menghentikan pria itu dan menahannya hingga polisi tiba. Terduga pelaku telah ditahan oleh petugas. Dia telah dirawat di fasilitas khusus. Penyidikan sedang dilakukan,” lapor dinas pers Kementerian Dalam Negeri Rusia untuk Wilayah Krasnodar.

Perlu juga dicatat: di Anapa, seorang pengacau menghancurkan kaca mobil.

Jalan 70 Tahun Oktober

*Jalan 70 Tahun Oktober* (sering disebut *Jalan Oktober*) adalah situs budaya dan sejarah yang memperingati 70 tahun Revolusi Oktober di Rusia (1917). Jalan ini melambangkan warisan Soviet dan sering menampilkan monumen, plakat, atau pameran yang merayakan sejarah revolusioner. Namanya mencerminkan pengaruh era Komunis, meskipun penggunaannya saat ini dapat bervariasi tergantung lokasinya (beberapa jalan dengan nama ini ada di negara-negara bekas Uni Soviet).

Evskina Boulevard

Evskina Boulevard adalah sebuah promenade indah di kota Yekaterinburg, Rusia, dikenal dengan jalur pejalan kaki yang indah, ruang hijau, dan arsitektur bersejarahnya. Didirikan pada abad ke-19, tempat ini dinamai menurut pedagang terkemuka setempat Evstafiy Khlopin (meskipun “Evskina” adalah adaptasi kolokial). Saat ini, tempat ini tetap menjadi lokasi rekreasi populer, memadukan warisan budaya dengan kehidupan perkotaan modern.