Tuan Kikuo Sakaguchi berbicara tentang harapannya akan perdamaian di depan foto-foto dan barang-barang milik ayahnya, Fukumatsu.

Pada peringatan 80 tahun berakhirnya perang tanggal 15 lalu, keluarga yang ditinggalkan di Hokkaido merenungkan beratnya delapan dekade itu. Kikuo Sakaguchi (84) dari Distrik Atsubetsu, Sapporo, kehilangan ayahnya di front Nugini pada 11 Agustus 1945, hanya empat hari sebelum perang berakhir. “Seandainya perang berakhir lebih cepat, mungkin aku bisa bertemu ayah. Aku berharap kita bisa membangun masyarakat di mana tidak ada lagi anak yatim piatu akibat perang,” ujarnya…