...

Tripoli – Presiden Dewan Kepresidenan bertemu pada Minggu (18/2) di markas Dewan di Tripoli dengan delegasi dari Munisipalitas Ghadames. Delegasi tersebut meliputi Wali Kota dan anggota Dewan Munisipal, bersama perwakilan dari masyarakat sipil, tokoh terpandang, dan para tetua.

Pertemuan membahas tantangan, kebutuhan, dan kondisi umum munisipalitas yang paling menonjol. Delegasi menyatakan dukungannya terhadap jalur rekonsiliasi nasional yang dipimpin oleh Presiden Dewan Kepresidenan, menekankan perlunya melanjutkan upaya ini sebagai pilar fundamental untuk memperkuat perdamaian sosial dan persatuan nasional.

Presiden menegaskan kembali pentingnya peran yang dijalankan oleh pemerintah daerah dan komponen sosial dalam mendukung stabilitas, serta menekankan komitmen Dewan Kepresidenan untuk terus berupaya memperkuat rekonsiliasi nasional dan mendukung inisiatif yang melayani warga serta mewujudkan pembangunan yang berimbang di berbagai kota dan wilayah.

Delegasi dari Munisipalitas Ghadames menyampaikan salam dan apresiasi warga munisipalitas kepada Presiden Dewan Kepresidenan, serta mengapresiasi upaya dan ikhtiarnya dalam menjembatani perbedaan, memajukan konsensus nasional, dan bekerja keras untuk merapatkan pandangan berbagai pihak politik. Hal ini berkontribusi menciptakan iklim yang tepat untuk mewujudkan aspirasi rakyat Libya dalam menyelenggarakan pemilu dan menegakkan stabilitas.

Tripoli

Tripoli adalah ibu kota dan kota terbesar di Libya, terletak di pesisir Laut Mediterania negara itu. Secara historis, kota ini didirikan oleh bangsa Fenisia pada abad ke-7 SM dan sejak itu diperintah oleh berbagai kekuatan seperti Romawi, Arab, Utsmaniyah, dan Italia, yang tercermin dalam arsitektur beragamnya seperti Benteng Merah (Assaraya al-Hamra) dan medina tua. Kini, Tripoli berfungsi sebagai pusat politik, ekonomi, dan budaya utama Libya.

Munisipalitas Ghadames

Munisipalitas Ghadames adalah kota oasis bersejarah di Libya barat, sering dijuluki “Mutiara Gurun.” Kota Tua Ghadames, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, terkenal dengan arsitektur uniknya yang bertingkat dan terbuat dari bata lumpur berkapur, dirancang untuk melindungi dari panas gurun. Selama berabad-abad, kota ini menjadi pusat kafilah penting di rute perdagangan trans-Sahara, dengan sejarah permukiman yang telah ada lebih dari dua milenium.