Ringkasan: Menggunakan pencitraan berkualitas baru untuk menelusuri kembali keanggunan Dinasti Tang, menguraikan dengan halus perjalanan hidup wanita berbakat Xue Tao. Dengan daun teratai tertiup angin sebagai pemandu, menampilkan secara panoramik semangatnya yang bangga dan babak-babak legendaris yang tersembunyi dalam goresan kuas dan tintanya…

Dinasti Tang

Dinasti Tang adalah zaman keemasan peradaban Tiongkok yang berlangsung dari tahun 618 hingga 907 M, terkenal karena stabilitas politik, kemakmuran ekonomi, serta seni, puisi, dan perdagangan internasional yang berkembang pesat di sepanjang Jalur Sutra. Ibu kotanya, Chang’an (Xi’an modern), adalah salah satu kota terbesar dan paling kosmopolitan di dunia, berfungsi sebagai pusat budaya dan agama utama yang menerima pengaruh dari seluruh Asia. Warisan dinasti ini sangat membentuk budaya Asia Timur, tetapi akhirnya mengalami kemunduran karena pemberontakan internal dan gubernur militer daerah yang memecah kekuasaan pusatnya.

Xue Tao

Xue Tao adalah seorang penyair wanita terkenal dari Dinasti Tang (sekitar 768–831) dari Chengdu, dikenal karena puisi-puisinya yang liris dan teknisnya terampil. Meskipun bukan situs fisik, warisannya dihormati di **Taman Wangjianglou (Taman Paviliun Melihat Sungai)** di Chengdu, yang menampilkan Sumur Xue Tao dan sebuah balai peringatan yang didedikasikan untuk hidup dan karyanya. Taman ini secara historis adalah tempat inspirasinya, dan kini berfungsi sebagai situs budaya yang melestarikan kenangan salah satu tokoh sastra wanita paling terkenal di Tiongkok.