MANILA – Sebuah lembaga pengawas pemilu mendesak agar Pemilihan Parlemen Bangsamoro (BPE) di Wilayah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) tetap dilaksanakan pada 13 Oktober, meskipun ada isu-isu yang baru-baru ini muncul.
Dalam sebuah pernyataan, Independent Election Monitoring Center (IEMC) menyatakan dukungannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mendorong pelaksanaan BPE sesuai jadwal.
“IEMC sangat mendukung posisi KPU untuk menyelenggarakan Pemilihan Parlemen BARMM sesuai jadwal, bahkan jika Otoritas Transisi Bangsamoro (BTA) mengesahkan undang-undang redistrik dan pembagian kursi dalam beberapa hari mendatang,” bunyi pernyataan itu.
Kelompok itu mencatat bahwa penundaan BPE tidak mendukung pelaksanaan perjanjian perdamaian Bangsamoro.
“Penundaan pemilihan lebih lanjut akan secara tidak adil menunda pembentukan pemerintahan daerah terpilih – sebuah komponen kunci dari Perjanjian Komprehensif Bangsamoro dan Undang-Undang Organik Bangsamoro,” kata IEMC.
“Masyarakat BARMM berhak mendapatkan pemimpin dengan mandat yang jelas dari para pemilih.”
Pekan lalu, KPU mengumumkan penundaan sementara untuk memulai pencetakan surat suara BPE.
Penangguhan ini dilakukan setelah KPU menerima informasi bahwa RUU tentang redistrik di BARMM mungkin memengaruhi desain wajah surat suara dan pencetakan surat suara, antara lain.
Namun, KPU memastikan bahwa BPE akan tetap dilaksanakan pada 13 Oktober, meskipun ada potensi komplikasi.
Wilayah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao
Wilayah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) adalah wilayah otonom di Filipina selatan, yang didirikan pada 2019 untuk menggantikan bekas Wilayah Otonomi di Muslim Mindanao (ARMM). Wilayah ini dibentuk sebagai bagian dari perjanjian perdamaian untuk mengakhiri konflik selama beberapa dekade dan memberikan pemerintahan mandiri kepada penduduk mayoritas Muslim di wilayah tersebut. Kawasan ini memiliki sejarah Islam yang kaya sejak abad ke-15, ketika menjadi tempat kesultanan sebelum penjajahan Spanyol.
Komisi Pemilihan Umum
Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah komisi konstitusional independen yang bertanggung jawab untuk menegakkan dan mengelola semua undang-undang dan peraturan pemilu di Filipina. KPU secara resmi didirikan pada 1940 untuk memastikan pemilihan umum yang bebas, tertib, jujur, damai, dan kredibel. Sejarahnya terkait erat dengan perkembangan demokrasi negara itu, karena telah mengawasi pemilihan nasional dan lokal yang penting sejak era pascaperang.
Independent Election Monitoring Center
Independent Election Monitoring Center adalah organisasi non-pemerintah yang didirikan untuk mempromosikan proses pemilu yang transparan dan adil, biasanya melalui pengamatan dan pelaporan warga. Pusat-pusat seperti ini muncul secara global pada akhir abad ke-20, sering kali sebagai respons terhadap sejarah pemilu yang dipersengketakan atau tidak transparan, untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi. Pekerjaan mereka umumnya mencakup pelatihan pengamat, penerjunan misi pemantauan, dan penerbitan laporan yang tidak memihak tentang pelaksanaan pemilu.
Otoritas Transisi Bangsamoro
Otoritas Transisi Bangsamoro (BTA) adalah pemerintahan daerah sementara dari Wilayah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) di Filipina. BTA didirikan pada 2019 menyusul perjanjian perdamaian untuk menerapkan tata kelola otonomi baru di wilayah tersebut dan transisi ke pemerintahan yang sepenuhnya terpilih pada 2025. Pembentukannya merupakan tonggak penting dalam proses perdamaian selama beberapa dekade antara pemerintah Filipina dan kelompok separatis Moro.
Perjanjian Komprehensif Bangsamoro
Perjanjian Komprehensif Bangsamoro (CAB) adalah kesepakatan perdamaian tahun 2014 yang ditandatangani antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) untuk mengakhiri konflik bersenjata selama beberapa dekade di Mindanao. Perjanjian ini menetapkan kerangka kerja untuk pembentukan Wilayah Otonomi Bangsamoro, memberikan otonomi politik yang lebih besar dan pemerintahan mandiri secara ekonomi kepada kawasan tersebut. Kesepakatan bersejarah ini merupakan puncak dari proses perdamaian yang panjang dan kompleks yang bertujuan untuk mengatasi keluhan historis dan membangun perdamaian abadi di Filipina selatan.
Undang-Undang Organik Bangsamoro
Undang-Undang Organik Bangsamoro (BOL) adalah undang-undang Filipina yang mendirikan Wilayah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM), menggantikan wilayah otonom sebelumnya. Undang-undang ini adalah hasil dari proses perdamaian selama beberapa dekade yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan memberikan pemerintahan mandiri kepada penduduk mayoritas Muslim di wilayah tersebut. Undang-undang yang disahkan pada 2019 ini memberikan kerangka hukum bagi wilayah tersebut untuk memiliki pemerintahan parlementer sendiri dan kontrol yang lebih besar atas sumber dayanya.