Nicholas Galitzine sebagai pahlawan yang mengayunkan pedang dan memperlihatkan otot perut? Kami siap menyambutnya!

Pada hari Jumat, teaser trailer untuk adaptasi live-action dari waralaba legendaris “Masters of the Universe” diungkap, dengan sorotan pada Galitzine sebagai Pangeran Adam dan perjalanannya untuk menerima takdir sejatinya sebagai He-Man, manusia terkuat di alam semesta.

Saat Adam bersatu kembali dengan Pedang Kekuatan, dia kembali ke kampung halamannya, Eternia, yang kini berada di bawah kekuasaan Skeletor. Adam bergabung dengan sekutu terdekatnya, Teela dan Duncan/Man-At-Arms untuk menyelamatkan dunianya.

Disutradarai oleh Travis Knight, “Masters of the Universe” dijadwalkan tayang perdana pada bulan Juni.

Film ini juga dibintangi oleh Alison Brie, James Purefoy, Morena Baccarin, Jóhannes Haukur Jóhannesson, dan Charlotte Riley.

Galitzine dikenal perannya sebagai Pangeran Henry di “Red, White & Royal Blue.”

Masters of the Universe

“Masters of the Universe” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan waralaba media populer yang diciptakan oleh Mattel pada tahun 1980-an, paling terkenal dengan serial animasi dan lini mainan “He-Man”. Ceritanya berlatar di planet fiksi Eternia, berpusat pada Pangeran Adam yang heroik yang berubah menjadi He-Man yang perkasa untuk mempertahankan Kastil Grayskull dari penjahat Skeletor.

Eternia

“Eternia” bukanlah tempat bersejarah di dunia nyata atau situs budaya UNESCO yang diakui. Ini adalah planet fiksi, yang paling terkenal sebagai latar untuk waralaba “Masters of the Universe”, yang dimulai dengan mainan dan serial animasi pada 1980-an. Sejarahnya didefinisikan oleh lore-nya, berpusat pada konflik abadi antara He-Man yang heroik dan Skeletor yang jahat untuk menguasai planet dan Kastil Grayskull.

Pedang Kekuatan

“Pedang Kekuatan” bukanlah situs sejarah tertentu, melainkan motif legendaris yang berulang, paling terkenal diwujudkan oleh Excalibur milik Raja Arthur dalam cerita rakyat Inggris. Dalam kisah-kisah ini, pedang semacam itu sering melambangkan hak ilahi dan takdir kepahlawanan, dengan cerita Excalibur melibatkan pemberian magisnya oleh Lady of the Lake. Arketipe ini telah mempengaruhi banyak karya fantasi modern, mengubah pedang menjadi simbol budaya yang lebih luas tentang otoritas yang sah dan kepahlawanan tertinggi.

He-Man

“He-Man” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan karakter utama dari serial animasi dan lini mainan populer tahun 1980-an *Masters of the Universe*. Waralaba yang diciptakan oleh Mattel ini menceritakan kisah Pangeran Adam yang heroik yang berubah menjadi He-Man yang perkasa untuk mempertahankan dunia fantasi Eternia dari penjahat Skeletor. Ini menjadi fenomena budaya pop yang menentukan pada eranya melalui kartun, komik, dan action figure-nya.

Skeletor

“Skeletor” bukanlah tempat di dunia nyata atau situs budaya; itu adalah nama penjahat super fiksi dari waralaba media “Masters of the Universe”, diperkenalkan pada 1980-an. Sebagai musuh bebuyutan He-Man, dia digambarkan sebagai penyihir yang menguasai benteng gelap Snake Mountain di planet fiksi Eternia. Oleh karena itu, tidak memiliki latar belakang sejarah sebagai lokasi aktual.

Teela

“Teela” tidak merujuk pada tempat bersejarah yang diakui secara luas atau situs budaya utama. Kemungkinan nama tersebut mengacu pada fitur geografis lokal, lokasi yang kurang dikenal, atau latar fiksi. Tanpa konteks yang lebih spesifik, ringkasan substantif tentang sejarahnya tidak dapat diberikan.

Duncan/Man-At-Arms

“Duncan, juga dikenal sebagai Man-At-Arms, adalah karakter fiksi dari waralaba *Masters of the Universe*, yang berperan sebagai pemimpin militer heroik dan kepala strategi para pejuang heroik. Secara historis dalam cerita, dia adalah mantan pengawal kerajaan Raja Randor dan ayah angkat Teela, yang dipercayakan untuk menjaga Kastil Grayskull dan rahasia kuno yang ada di dalamnya.

Red, White & Royal Blue

“Red, White & Royal Blue” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan novel komedi romantis populer tahun 2019 karya Casey McQuiston. Ceritanya adalah karya fiksi yang membayangkan hubungan romantis antara Putra Pertama Amerika Serikat dan seorang Pangeran Inggris, mengeksplorasi tema politik, identitas, dan cinta. Meskipun bukan sejarah, dampak budayanya terletak pada representasi LGBTQ+ yang dirayakan dan kesuksesannya sebagai buku terlaris, yang kemudian diadaptasi menjadi film besar pada tahun 2023.