MANILA, Filipina — Bagi semua yang meragukan, mengkritik, dan membajak komite-nya, Ketua Komite Blue Ribbon sekaligus Presiden Pro Tempore Senat punya satu pesan: “Diamlah kau!”

Setelah memaparkan keberhasilan Komite Blue Ribbon selama sidang hari Senin ini, ia menegaskan bahwa keributan dari para pengkritik tidak berkontribusi apa pun pada penyelidikan dan tidak bisa membungkam kebenaran.

“Kegaduhan kalian tidak bisa menghukum, bahkan tidak akan mendakwa para pelaku kejahatan dalam kekacauan proyek pengendalian banjir ini; hanya bukti yang bisa,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa ejekan para pengkritik terhadap Komite Blue Ribbon sebagai “tidak berguna” dan “tidak efektif” juga merupakan penghinaan bagi rakyat Filipina yang terus mengikuti sidang-sidang komite dan mereka yang bergabung dalam Pawai Triliun Peso.

Sidang Komite Blue Ribbon Senat hari ini berlanjut mengenai proyek-proyek pengendalian banjir yang bermasalah.

Komite Blue Ribbon

“Komite Blue Ribbon” bukanlah tempat spesifik atau situs budaya, melainkan istilah umum untuk panel penasihat tingkat tinggi, yang sering ditunjuk oleh pemerintah atau organisasi, untuk menyelidiki atau memberikan rekomendasi mengenai isu penting. Secara historis, komite semacam itu mendapatkan namanya dari “pita biru” simbolis yang diberikan untuk juara pertama, yang menunjukkan pentingnya dan kewenangan mereka. Misalnya, di Amerika Serikat, berbagai Komisi Blue Ribbon dibentuk untuk membahas topik seperti reformasi pendidikan, pertahanan, dan kebijakan publik.

Pawai Triliun Peso

“Pawai Triliun Peso” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan gerakan protes besar di Filipina. Ini mengacu pada serangkaian demonstrasi besar pada tahun 2013 dan 2014, terutama di Manila, di mana warga berkumpul menentang penyalahgunaan dana publik, khususnya menyoroti skandal “Priority Development Assistance Fund” (PDAF), di mana miliaran peso diduga dikorupsi oleh politisi. Nama “Pawai Triliun Peso” melambangkan kemarahan publik atas korupsi dan tuntutan akuntabilitas pemerintah.