VietinBank dan sejumlah perusahaan lain yang terdaftar di bursa baru-baru ini dikenai sanksi administratif karena pelanggaran pajak. Di antaranya, VietinBank diharuskan membayar tambahan Rp87,4 miliar.

Bank Perdagangan dan Industri Vietnam (CTG) telah menyampaikan pengungkapan informasi material kepada Otoritas Jasa Keuangan terkait penerimaan keputusan sanksi administratif atas pelanggaran pajak dari Kantor Pajak Perusahaan Besar.

Berdasarkan keputusan tersebut, total tambahan pembayaran yang harus disetor bank melebihi Rp87,4 miliar. VietinBank menyatakan telah memenuhi kewajiban pembayaran pajak ke kas negara.

Mengenai kinerja usaha, VietinBank mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp31,317 triliun pada paruh pertama tahun ini, meningkat kurang dari 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berbagai segmen bisnis menunjukkan kinerja beragam, dengan laba bersih dari aktivitas jasa dan perdagangan valuta asing sama-sama menurun. Sementara itu, segmen sekuritas perdagangan dan sekuritas investasi mencatat kenaikan laba bersih yang sangat kuat.

Dari sisi beban, penyisihan risiko kredit turun drastis, dari lebih dari Rp15,865 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp11,083 triliun tahun ini.

Setelah dikurangi beban, laba sebelum pajak VietinBank untuk paruh pertama 2025 mencapai Rp18,920 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama.

Mengenai kualitas kredit, laporan keuangan menunjukkan bahwa kredit bermasalah VietinBank cenderung meningkat signifikan pada paruh pertama tahun ini.

Secara rinci, total kredit bermasalah VietinBank per akhir Juni 2025 adalah Rp24,812 triliun, meningkat lebih dari 16% dibandingkan awal tahun. Dari jumlah ini, kredit tidak lancar mencapai Rp15,200 triliun, meningkat hampir 11%.

Sebelum VietinBank, beberapa perusahaan lain di bursa juga menerima keputusan sanksi administratif atas pelanggaran pajak.

Misalnya, pada PT One Technology, Kantor Pajak Hanoi menyatakan bahwa perusahaan ini telah melaporkan faktur pembelian dari usaha yang sudah tidak beroperasi di alamat terdaftar, serta tidak mengalokasikan pajak pertambahan nilai pada akhir periode untuk pendapatan yang tidak dikenai PPN.

Mengenai pajak penghasilan badan, One Technology salah menentukan biaya yang dapat dikurangkan, memiliki faktur di atas Rp20 juta yang diselesaikan secara tunai, melakukan penyisihan persediaan tidak sesuai ketentuan, memiliki biaya manajemen perusahaan tanpa dokumen pendukung lengkap, dan tidak menambah penghasilan lain untuk jumlah yang tidak perlu dibayarkan ke penjual…

Berdasarkan keputusan denda, total tambahan pajak, denda, dan bunga yang harus dibayar One Technology kali ini lebih dari Rp2,26 miliar.

Perusahaan terbuka lain, PT Baja Nam Kim (NKG), juga mengumumkan penerimaan keputusan dari Kantor Pajak terkait sanksi administratif atas pelanggaran yang ditemukan saat pemeriksaan kepatuhan hukum pajak.

Berdasarkan keputusan tersebut, Nam Kim Steel harus membayar total lebih dari Rp682 juta untuk pajak kurang bayar, denda, dan bunga atas periode pemeriksaan 2022, 2023, dan 2024. Ini termasuk denda administratif lebih dari Rp190 juta, pajak kurang bayar lebih dari Rp313 juta, dan bunga lebih dari Rp178 juta.

VietinBank

VietinBank, atau Bank Perdagangan dan Industri Vietnam, adalah salah satu bank komersial milik negara terbesar di Vietnam. Bank ini awalnya didirikan pada 1988 sebagai Bank Industri dan Perdagangan Vietnam, yang berkembang dari Bank Negara Vietnam sebelumnya. Saat ini, VietinBank merupakan lembaga keuangan utama yang menyediakan beragam layanan perbankan dan memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi negara.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga independen di Indonesia yang dibentuk pada 2011 berdasarkan Undang-Undang OJK. Tugasnya adalah mengatur, mengawasi, memeriksa, dan menyelidiki seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank, untuk mewujudkan sistem keuangan yang stabil dan transparan.

Kantor Pajak Perusahaan Besar

Kantor Pajak Perusahaan Besar adalah unit kerja khusus di bawah Direktorat Jenderal Pajak yang bertugas mengawasi dan mengelola kepatuhan perpajakan dari wajib pajak badan beromzet besar. Dibentuk untuk meningkatkan kepatuhan dan mengelola kewajiban perpajakan korporasi besar yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak negara.

PT One Technology

PT One Technology adalah sebuah perusahaan teknologi Vietnam kontemporer yang beroperasi di sektor teknologi informasi dan telekomunikasi, menyediakan layanan dan solusi digital. Sebagai perseroan terbatas, sejarahnya merupakan sejarah usaha komersial.

Kantor Pajak Pratama Hanoi

Kantor Pajak Pratama Hanoi adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemungutan pajak di ibu kota Vietnam. Dibentuk setelah reformasi ekonomi Vietnam akhir 1980-an yang membutuhkan sistem perpajakan modern. Kantor ini mengimplementasikan kebijakan pajak nasional dan memastikan kepatuhan hukum pajak di wilayahnya.

PT Baja Nam Kim

PT Baja Nam Kim adalah produsen baja utama di Vietnam, didirikan pada 2002. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam memproduksi baja galvanis, pipa baja, dan bahan konstruksi lainnya, serta telah tumbuh menjadi kontributor penting bagi pembangunan industri dan infrastruktur Vietnam.

NKG

NKG adalah kode ticker saham PT Baja Nam Kim yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Kode ini digunakan untuk identifikasi instrumen saham perusahaan tersebut di pasar modal.