Gubernur Cebu Pam Baricuatro pada hari Minggu membela Senator Imee Marcos yang mengenakan gaun tanpa lengan di Basilika Minore del Santo Niño, dengan mengatakan dia lupa menginformasikan kode berpakaian di dalam gereja kepada Marcos.
“Untuk sesama warga Cebu: jangan terburu-buru menghakimi. Mari wujudkan semangat Sinulog—kebaikan dan keramahan untuk semua. Untuk tamu-tamu kami: selamat datang di sini, dan kami menghargai rasa hormat Anda pada tradisi kami,” ujar Baricuatro dalam sebuah unggahan yang menyertakan foto dirinya bersama sang senator.
“Izinkan saya berbagi foto kami lebih awal hari ini saat pertemuan kami & dia dengan bangga memberi tahu saya bahwa ‘modagkot ako mamaya’ (saya akan berdandan nanti). Ini juga kesalahan saya karena saya lupa memperingatkannya untuk tidak memakai pakaian tanpa lengan,” tambahnya.
Basilika Minore del Santo Niño di Kota Cebu sebelumnya telah mengingatkan umat dan pengunjung untuk berpakaian sopan saat berkunjung ke gereja.
Sebelumnya, seorang petugas humas Basilika mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka yang berkunjung harus menghormati rumah Sang Anak Kudus “dengan martabat yang semestinya.”
Ribuan orang mengunjungi Basilika selama Fiesta Señor, bagian religius dari Festival Sinulog, terutama mereka yang menghadiri Misa Novena harian.
Basilika Minore del Santo Niño
Basilika Minore del Santo Niño di Kota Cebu, Filipina, adalah gereja Katolik Roma tertua di negara itu, dibangun di lokasi di mana ekspedisi Ferdinand Magellan mempersembahkan gambar Santo Niño (Kanak-kanak Yesus) kepada Ratu Juana pada 1521. Gereja batu yang sekarang mulai dibangun pada 1735 dan kini menjadi rumah bagi patung Santo Niño yang berusia berabad-abad, menjadikannya situs ziarah utama yang merayakan pengenalan agama Kristen ke Filipina.
Kota Cebu
Kota Cebu adalah pusat perkotaan utama di Filipina dan kota tertua di negara itu, didirikan sebagai permukiman Spanyol pertama pada 1565. Sejarahnya ditandai dengan kedatangan Ferdinand Magellan pada 1521, yang menancapkan salib (kini disimpan di Basilika del Santo Niño) dan memulai pengenalan agama Kristen ke kepulauan tersebut. Saat ini, kota ini adalah pusat ekonomi yang ramai yang memadukan pembangunan modern dengan landmark kolonial Spanyol bersejarah seperti Benteng San Pedro dan Salib Magellan.
Fiesta Señor
**Fiesta Señor** adalah festival keagamaan tahunan di Kota Cebu, Filipina, yang menghormati Santo Niño (Kanak-kanak Yesus). Sejarahnya bermula dari 1521 ketika gambar tersebut diberikan sebagai hadiah baptis oleh Ferdinand Magellan kepada istri Rajah Humabon, dan perayaan modern berpusat di Basilika Minore del Santo Niño, rumah bagi patung aslinya. Puncaknya adalah prosesi tarian jalanan **Sinulog** yang megah, perpaduan semangat devosi dan pertunjukan budaya yang penuh warna yang menarik jutaan umat dan turis setiap bulan Januari.
Festival Sinulog
Festival Sinulog adalah perayaan budaya dan keagamaan tahunan yang diadakan setiap hari Minggu ketiga bulan Januari di Kota Cebu, Filipina, untuk menghormati Santo Niño (Kanak-kanak Yesus). Sejarahnya bermula dari 1521 ketika gambar tersebut diberikan sebagai hadiah baptis oleh penjelajah Portugis Ferdinand Magellan kepada Ratu Juana, dengan nama festival berasal dari kata Cebuano “sulog” (seperti arus air) yang menggambarkan gerakan tarian-doa para peserta yang mengalir. Kini, festival ini telah berkembang menjadi tontonan seminggu penuh yang penuh warna, meliputi parade jalanan, musik tradisional, dan devosi yang penuh semangat, menarik jutaan peserta dan wisatawan.
Misa Novena
Misa Novena adalah praktik devosi Katolik yang melibatkan doa selama sembilan hari berturut-turut, secara tradisional memohon perantaraan dari para santo seperti Santa Perawan Maria atau rasul-rasul tertentu. Berasal dari sembilan hari yang dihabiskan Para Rasul dalam doa antara Kenaikan Kristus dan Pentakosta, tradisi ini telah diadaptasi menjadi siklus novena untuk berbagai maksud spiritual sepanjang tahun. Saat ini, praktik ini tetap menjadi bentuk doa permohonan dan persiapan yang populer di banyak paroki di seluruh dunia.