Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerapan kebijakan pencampuran 10 persen etanol ke dalam bahan bakar minyak jenis bensin, atau E10, paling lambat tahun 2028. Kebijakan ini saat ini masih dalam tahap penyusunan peta jalan.

Menteri ESDM menyatakan, penyusunan peta jalan wajib E10 hampir rampung dan akan segera diumumkan. Dia memastikan kebijakan tersebut tidak akan meleset dari waktu target yang ditetapkan pemerintah.

“Saya pastikan paling lambat 2028, amanatnya sudah jalan. Mungkin 2027-2028, peta jalan kita sebentar lagi selesai,” ujarnya.

Selain untuk bensin, pemerintah juga mempersiapkan kenaikan campuran biodiesel berbasis minyak sawit untuk bahan bakar solar.

Menteri mengatakan, uji coba biodiesel dengan campuran 50 persen, atau B50, ditargetkan selesai pada semester pertama 2026.

“Tahun 2026, biodiesel B50 sedang diuji coba, akan selesai semester pertama, dan semester kedua kita evaluasi. Kalau berhasil, insya Allah, kita launching peralihan ke B50,” katanya.

Terkait ketersediaan bahan baku, Menteri memastikan pasokan minyak sawit nasional dinilai cukup untuk mendukung program B50.

Dia menyatakan, Indonesia sebagai eksportir minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar di dunia memiliki fleksibilitas untuk mengatur alokasi ekspor dan kebutuhan dalam negeri.

“Untuk B50, sawit tidak masalah karena kita eksportir CPO terbesar dunia. Kita tinggal lihat berapa kuota yang bisa kita ekspor dan berapa untuk dalam negeri,” tegasnya.

Rencana penerapan E10 dan B50 juga telah disampaikan Menteri di berbagai kesempatan.

Menurut dia, kedua kebijakan tersebut efektif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar, khususnya bensin dan solar.

“Sekitar 60% konsumsi bensin kita masih impor. Karena itu, ke depan kita akan dorong E10. Tadi malam kami rapat dengan Presiden. Presiden sudah menyetujui rencana wajib campur etanol 10%,” ujarnya di Jakarta.

“Kita akan campur bensin kita dengan etanol. Tujuannya apa? Agar kita tidak terlalu banyak impor dan juga untuk menciptakan bahan bakar yang bersih, ramah lingkungan,” jelasnya.