Suasana tebal menyelimuti pelataran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat pada Senin sore. Ribuan pengunjuk rasa yang sejak pagi berorasi keras, tiba-tiba terhenyak.

Sebuah ledakan keras mengejutkan semua pihak, baik para demonstran maupun aparat keamanan. Suara “duarr” ledakan itu bergema dari arah pintu gerbang belakang kompleks DPRD Langkat.

Seketika, suasana berubah mencekam. Aparat keamanan gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP yang berjaga ketat mengamankan aksi spontan itu, langsung tiarap, bersiap untuk skenario terburuk.

Para pengunjuk rasa mendadak hening, orasi terhenti, semua mata tertuju ke sumber ledakan. Banyak yang menduga ada upaya provokasi.

Ternyata diketahui kemudian, dentuman keras itu berasal dari transformer (trafo) PLN yang meledak di jaringan listrik sekitar gedung DPRD. Meski bukan serangan terencana, ledakan itu cukup membuat jantung ribuan orang yang hadir nyaris copot.

Sekitar 1.000 orang, terdiri dari mahasiswa, aktivis, dan elemen masyarakat, memadati depan gerbang utama DPRD Langkat. Mereka membawa satu tuntutan besar yang terus digaungkan: cabut tunjangan jumbo anggota DPR dan bubarkan DPR!

“Cabut tunjangan jumbo DPR! Bubarkan DPR!” teriak massa serempak, bergema dan menekan suasana di sekitar gedung wakil rakyat itu.

Aksi ini digelar sebagai bentuk kegeraman publik terhadap wakil rakyat yang dinilai lebih mementingkan kantong sendiri daripada penderitaan rakyat.

Di tengah ketegangan tinggi, Ketua DPRD Langkat, Sribana Perangin-angin, akhirnya keluar menemui massa. Ia didampingi Dandim 0203/Langkat dan Kapolres Langkat yang mengawal ketat untuk menghindari bentrok.

Dengan raut serius, Sribana menyampaikan pernyataan publik. “Saya akan teruskan aspirasi rakyat Langkat ke DPR pusat. Kritik kami kalau kami salah. Kami minta maaf atas kesalahan selama ini. Ke depan, kami berjanji memperbaiki kinerja dengan mengutamakan kepentingan rakyat,” ujar Sribana di hadapan massa.

Pernyataan ini diikuti langkah simbolis: seluruh fraksi di DPRD Langkat menandatangani perjanjian tertulis dengan perwakilan massa, yang memastikan aspirasi ini akan segera diteruskan ke pemerintah pusat.

Namun, di balik unjuk rasa damai itu, petugas intelijen mendeteksi hal lain. Ada kelompok lain yang bersembunyi, membawa gerinda listrik, diduga berniat memanfaatkan kesempatan untuk menjarah fasilitas DPRD dan Pemerintah Kabupaten Langkat jika terjadi kerusuhan.

Untungnya, aksi ricuh tidak terjadi. Ketegangan berhasil mereda setelah penandatanganan kesepakatan.

Setelah kesepakatan tercapai, para pengunjuk rasa pun bubar secara perlahan dan tertib. Pihak DPRD bahkan membagikan air mineral kepada para demonstran sebagai tanda itikad baik dan bentuk penghargaan terhadap aspirasi rakyat.

Tapi, dentuman keras yang sempat mengejutkan semua orang seakan menjadi simbol: suara rakyat tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Jika diabaikan, bisa meledak lebih dahsyat dari sekadar trafo PLN yang terbakar.

Gedung DPRD Langkat

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat adalah kantor pemerintahan badan legislatif Kabupaten Langkat di Sumatera Utara, Indonesia. Gedung ini berfungsi sebagai pusat demokrasi lokal modern, tempat para wakil rakyat terpilih berkumpul untuk berdebat dan menetapkan peraturan daerah. Meski sejarah spesifik gedung ini tidak banyak terdokumentasi, lembaga yang menempatinya adalah bagian dari era pasca-reformasi Indonesia, yang mendesentralisasikan pemerintahan setelah jatuhnya rezim Orde Baru pada 1998.

TNI

TNI adalah singkatan dari Tentara Nasional Indonesia, angkatan bersenjata negara Republik Indonesia. TNI terdiri dari tiga angkatan: TNI Angkatan Darat (TNI-AD), TNI Angkatan Laut (TNI-AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI-AU).

Polri

Polri adalah singkatan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, lembaga negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Satpol PP

Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) adalah unit kepolisian pemerintah daerah di Indonesia yang bertugas menegakkan peraturan daerah dan ketertiban umum. Secara historis dibentuk pada masa kolonial Belanda dan diorganisir secara formal setelah kemerdekaan Indonesia untuk mendukung administrasi pemerintahan sipil.

Transformer (Trafo) PLN

Transformer (biasa disebut trafo) PLN adalah peralatan listrik yang digunakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengubah tegangan listrik dalam proses transmisi dan distribusi tenaga listrik ke pelanggan. Trafo merupakan infrastruktur vital dalam jaringan kelistrikan nasional.

Dandim 0203/Langkat

Dandim 0203/Langkat adalah Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0203, yang merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) yang bertugas di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kodim berperan dalam menjaga keamanan teritorial dan mendukung pembangunan masyarakat di daerah tersebut.

Kapolres Langkat

Kapolres Langkat adalah jabatan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia. Kantor ini merupakan pusat komando kepolisian tingkat kabupaten yang bertanggung jawab atas keamanan dan penegakan hukum di wilayah hukum Polres Langkat.

Fasilitas Pemerintah Kabupaten Langkat

Fasilitas Pemerintah Kabupaten Langkat adalah pusat-pusat administrasi yang melayani penduduk lokal Kabupaten Langkat di Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, kabupaten ini merupakan bagian dari Kesultanan Langkat, sebuah kerajaan Melayu yang menjadi kekuatan ekonomi utama pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 berkat industri minyak dan perkebunannya. Kantor-kantor pemerintah modern ini meneruskan tradisi panjang pemerintahan dan administrasi lokal di wilayah tersebut.